Prima DMI Sulsel Kecam Penganiyaan Berujung Tewasnya Imam Masjid di Luwu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Makassar - Kasus penganiyaan yang menyebabkan seorang imam masjid meregang nyawa hingga meninggal dunia di Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan menjadi sorotan berbagai pihak. Sebelumnya imam masjid tersebut diduga dianiaya oleh seorang pria hingga ditemukan tewas bersimbah darah di teras masjid saat hendak salat subuh.

Salah satu yang menyoroti insiden tersebut adalah Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) Sulawesi Selatan. Ketua Prima DMI Sulawesi Selatan, Abdul Haris Zainuddin pun mengaku mengecam aksi yang dilakukan oleh pelaku.

"Kami mengecam penganiayaan yang menyebabkan seorang imam masjid di Belopa tewas," kata Abdul Haris Zainuddin kepada Liputan6.com, Jumat (31/12/2021).

Haris meminta aparat kepolisian bertindak cepat untuk mengungkap dan menangkap pelaku yang menyebabkan Imam Masjid Nurul Ikhwan bernama Muhammad Yusuf itu meregang nyawa bersimbah darah di teras masjid.

"Kami dari Prima DMI Sulawesi Selatan mengecam tindakan itu dan meminta kepada aparat untuk mengusut tuntas apa yang dilakukan oleh pelaku," imbuhnya.

Dia juga meminta agar umat Islam, khususnya yang berada di Kabupaten Luwu tidak terprovokasi atas insiden tersebut, dan meminta agar kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

kami juga berharap kepada seluruh umat islam agar tidak terprovokasi dan menahan diri serta menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Awal Mula Kejadian

Tangakapan layar rekaman CCTV saat pelaku menganiaya imam masjid hingga meregang nyawa di Luwu (Liputan6.com/Fauzan)
Tangakapan layar rekaman CCTV saat pelaku menganiaya imam masjid hingga meregang nyawa di Luwu (Liputan6.com/Fauzan)

Imam Masjid Nurul Ikhwan, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan dibunuh secara keji saat hendak melaksanakan salat subuh pada Jumat (31/12/2021). Imam masjid yang bernama Muhammad Yusuf alias Opu Daeng Parobba itu ditemukan pertama kalih oleh salah seorang jemaah masjid.

Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jon Paerunan mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya imam masjid berusia 71 tahun tersebut. Korban sendiri sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak terselamatkan.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hikmah, namun nayawanya tidak terselamatkan," kata Jon saat dikonfirmasi Jumat (31/12/2021).

Dari hasil rekaman CCTV, Jon menyebutkan bahwa imam masjid itu tiba-tiba diserang oleh seorang pria saat hendak masuk ke dalam masjid. Korban sendiri menderita luka serius di bagian kepala.

"Korban ditemukan bersimbah darah di teras masjid. Dari rekaman CCTV, pelaku adalah seorang pria dan beraksi seorang diri," ucapnya.

Hingga kini pihak kepolisian pun masih belum mengetahui alasan pria tersebut menganiaya imam masjid tersebut hingga tewas. Polisi bahkan belum mengetahui identitas dan keberadaan pelaku.

"Masih kita selidiki. Identitas dan keberadaan pelaku masih kita cari tahu," ucap Jon.

Dianiaya Pakai Batu

Rumah imam masjid yang dianiaya hingga meregang nyawa di Luwu (Liputan6.com/Fauzan)
Rumah imam masjid yang dianiaya hingga meregang nyawa di Luwu (Liputan6.com/Fauzan)

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, lanjut Jon, pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya adalah batu berukuran sedang yang diduga digunakan pelaku menganiaya korban.

"Kita temukan sebuah batu seukuran kepalang tangan orang dewasa. Barang bukti lainnya adalah sendal milik korban dan keset yang ada bercak darahnya," sebut Jon.

Jon menyebutkan bahwa pihaknya kini telah memeriksa sejumlah saksi dalam isiden penganiyaan yang menyebabkan imam masjid tersebut mergang nyawa hingga meninggal dunia. Ia pun berharap kasus ini bisa segera terungkap.

"Kita sudah periksa saksi, semoga kita bisa segera tangkap pelakunya," dia memungkasi.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel