Primordialisme Artinya Perasaan Kesukuan yang Berlebihan, Ini Penjelasan Ahli

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Primordialisme adalah ikatan kesukuan yang berlebihan. Apalagi, di Indonesia kita hidup dalam negara yang memiliki banyak suku, budaya, ras, agama, dan etnis sehingga paham primordialisme semakin mudah tumbuh.

Primordial sendiri adalah bentuk sikap yang diwujudkan dari primordialisme. Primordial adalah bentuk sikap yang tumbuh dari ikatan berlebihan yang dibawa sejak lahir. Hal ini dapat memengaruhi sikap seseorang.

Pengaruh sikap primordial adalah dapat memunculkan diskriminasi, konflik, mengurangi objektivitas ilmu pengetahuan, dan menghambat hubungan antar kelompok.

Meski dengan sikap primordial, sebenarnya rasa cinta, setia, dan semangat patriotisme dapat diwujudkan dengan mudah. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (3/3/2021) tentang primordialisme adalah.

Primordialisme adalah

Ilustrasi Budaya Masyarakat Indonesia Credit: unsplash.com/Ruben
Ilustrasi Budaya Masyarakat Indonesia Credit: unsplash.com/Ruben

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, primordialisme adalah pandangan yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertama.

Primordialisme adalah bentuk paham atau pandangan yang dapat memunculkan sikap primordial pada suatu kelompok. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, primordialisme merupakan ikatan kuat yang dimiliki kelompok tertentu.

Pandangan primordialisme erat kaitannya dengan budaya, suku, ras, agama, tradisi, dan masih banyak lagi. Tentu saja paham yang dimaksudkan sudah dibawa sejak kecil atau lahir, melekat dengan lingkungan tinggalnya. Hal ini juga dapat disebut sebagai fanatisme kelompok.

Menurut para ahli, primordialisme adalah perasaan persaudaraan serta kesukuan yang melekat pada seseorang dan sulit dihapuskan. Ada pula yang menyebutkan primordial dapat melahirkan pola perilaku dan cita-cita yang sama dalam kelompok tertentu.

Pengertian Primordialisme Menurut Para Ahli

Charles Horton Cooley

Primordialisme adalah kelompok primer yang menentukan kepribadian manusia dalam menjalani kehidupannya. Kelompok primer cenderung dibawa oleh seseorang sejak lahir sehingga timbul adanya perasaan bersama untuk membebntuk kesatuan (primordial atau primordialisme).

Fadli Iblaze

Primordialisme adalah paham yang pertama kali dikenal seseorang ketika mengalami pertumbuhan, sehingga hal tersebut mendorong pola perilaku khas dalam membertuk ikalan kelompok yang sama.

Ilyas Smt

Primordialisme adalah ide bersama dari anggota masyarakat yang mempunyai kesamaan untuk berkelompok berasarkan suku bangsa, atau bidang-bidang lainnya, seperti idiologi, agama, dukungan politik, dan kepercayaan.

William G. Sumner

Primodialisme adalah persamaan persaudaraan yang ditunjukkan dengan kerja sama, yang saling membantu dan saling menghormati serta memiliki persamaan solidaritas, kesetian terhadap kelompoknya dan kesedian berkorban demi kelompok.

Ramlan Surbakti

Primordialisme adalah keterkaitan seseorang untuk berkelompok yang bedasarkan ikatan kekerabatan, suku bangsa, dan adat-istiadat. Sehingga kehidupan berkelompoknya tersebut melahirkan pola perilaku serta sita-cita yang sama.

Faktor-Faktor Penyebab Primordialisme

- Adanya suatu hal yang dipercayai sebagai sesuatu yang istimewa oleh individu dalam kelompok ataupun perkumpulan sosial tertentu.

- Adanya sebuah sikap untuk mempertahankan kesatuan suatu kelompok ataupun kesatuan sosial dari ancaman yang datang dari luar.

- Adanya nilai-nilai yang memiliki kaitan dengan sistem keyakinan, misalnya nilai-nilai keagamaan serta ideologi tertuntu.

Mengenal Primordial dan Peranannya

ilustrasi/copyright unsplash.com/Artem Bali
ilustrasi/copyright unsplash.com/Artem Bali

Memahami pengertian primordial sebagai bentuk sikap primordialisme, harus di mulai dari mengenal primordialisme itu sendiri. Primordialisme atau primordial berasal dari bahasa Latin “primus” yang artinya pertama dan “ordin” artinya ikatan.

Dari sini dapat diambil pemahaman bahwa primordial adalah sikap yang mengarah pada ikatan tertentu. Lebih lanjut, primordialisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan perasaan kesukuan yang berlebihan.

Bila disatukan dengan pengertian primordial sesungguhnya, maka primordial adalah bentuk sikap yang mengarah pada ikatan kesukuan berlebihan. Primordial adalah sikap yang menganggap bahwa segala yang berasal dari budaya, suku, bangsa, dan agamanya paling benar dibandingkan dengan yang lain.

Peranan Primordial

Ada peranan primordial yang selama ini kabur dari pandangan. Memang segala yang berlebihan bukan sesuatu yang baik dan patut dilestarikan. Primordial memiliki fungsi atau peran yang bisa dilihat dengan sisi berbeda.

Primordial adalah satu sikap yang dapat membantu melestarikan budaya suatu kelompok. Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya sehingga membentuk sikap primordial.

Meski akhirnya sikap primordial adalah pemicu utama seseorang memiliki sikap etnosentris juga. Etnosentrisme merupakan penilaian terhadap kebudayaan lain yang didasarkan atas nilai dan standar budaya sendiri. Kemudian orang-orang etnosentris menilai kelompok lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama.

Ciri-Ciri Primordial dan Primordialisme

- Diwujudkan dalam bentuk identitas kelompok.

- Ada sebuah konsekuensi keberadaan masyarakat multikultural.

- Melahirkan sebuah sikap mempertahankan keutuhan kelompok yang sangat kuat.

- Biasanya akan mudah memicu permusuhan atau konflik.

- Segala yang berkaitan pasti memiliki nilai-nilai dengan sistem keyakinan tertentu.

- Pandangan yang dapat menciptakan cita-cita sama antara satu orang dengan orang lain dalam kelompok yang sama.

- Sikap dan pandangan yang dapat membuat seseorang mencintai budayanya dengan sungguh.

- Memunculkan kesetiaan sejati terhadap bangsa, negara, dan etnisnya.

- Mampu membantu membangkitkan semangat patriotisme dalam sebuah kelompok.

- Berperan besar dalam menjaga keutuhan dan kestabilan budaya, suku, ras, agama, dan lain sebagainya.

- Memicu masalah diskriminasi dengan kelompok yang lain.

- Dapat menghambat adanya asimilasi dan integrasi ketika hidup bernegara.

- Pasti akan mengurangi dan menghilangkan objektivitas ilmu pengetahuan karena membatasi sebuah pandangan.

- Akan menghambat adanya proses modernisasi dan pembangunan yang biasa dilakukan di negara maju.

- Pada kondisi yang sulit dikendalikan, akan mengganggu kelangsungan hidup bangsa dalam sebuah negara.