Prinsip Cara Kerja AC dalam Ruangan, Ketahui Komponen dan Fungsinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara kerja AC adalah dengan bekerja menyerap panas dari udara di dalam ruangan, kemudian melepaskan panas tersebut di luar ruangan. Dengan begitu, temperatur udara di dalam ruangan akan berangsur-angsur turun sehingga dapat menghasilakn temperatur udara yang dingin.

AC alias Air Conditioner alias Pengkondision Udara merupakan seperangkat alat (komponen) yang mampu mengkondisikan ruangan yang kita inginkan, terutama mengkondisikan ruangan menjadi lebih rendah suhunya dibanding suhu lingkungan sekitarnya.

Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat, AC menjadi salah satu alat yang sering digunakan oleh masyarakat. Terkadang dalam benak kita, bagaimana sebuah mesin tersebut dapat menghasilkan udara dingin dalam sebuah ruangan yang dapat membuat orang di dalamnya sangat nyaman dan betah.

Nah, berikut ini adalah ulasan mengenai pengertian AC, dan cara kerja AC dalam ruangan, beserta fungsinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (23/6/2021).

Pengertian AC

Sebelum mengetahui cara kerja AC, Anda juga harus memahami apa itu AC. AC (Air Conditioner) merupakan sejenis mesin yang diciptakan untuk menstabilkan kelembaban udara dan suhu dalam sbeuah ruangan. AC dipakai untuk mendinginkan ruangan sesuai kebutuhan. Walaupun AC termasuk inovasi teknologi modern, namun konsep pendingin ruangan sendiri sudah dikenal dimulai dari abat pertengahan, yakni di masa Persia dan Romawi Kuno. AC pertama kali ditemukan oleh Willis Haviland Carrier dalam bentuk AC modern yang berskala besar berenergi listrik sejak tahun 1902.

Fungsi AC

Ilustrasi AC. (iStockphoto)
Ilustrasi AC. (iStockphoto)

Ada beberapa fungsi AC yang perlu Anda ketahui sebelum tahu bagaimana cara kerja AC, diantaranya :

1. Mengatur Suhu Udara

AC memiliki fungsi utama untuk mengatur temperatur atau suhu yang ada dalam ruangan. Temperatur yang diinginkan bisa diatur lewat angka yang terdapat di remote control. Biasanya, suhu paling rendah pada Ac ialah 18oC sedangkan suhu tertingginya sekitar 30oC.

2. Menjaga Kelembaban Udara

Kelembaban udara dan suhu saling berhubungan, jadi secara tak langsung AC berperan juga untuk mengatur kelembaban udara dalam ruangan. Sebaiknya suhu AC diatur dengan suhu ideal sekitar 24-25oC sebab jika udara terlalu dingin biasanya kelembabannya pun semakin tinggi. Inilah salah satu faktor penyebab kulit cepat kering.

3. Membersihkan Udara

Mesin AC telah dilengkapi oleh filter yang dapat menyaring kotoran dan debu di dalam udara, oleh karenanya udara menjadi lebih sehat dan bersih. Maka dari itu, filter di dalam komponen AC harus selalu dibersihkan dengan rutin agar kotoran dan debu yang tersaring dapat terbuang, dan udara pun tetap terjaga kebersihan dan kesejukannya.

Komponen yang Terdapat pada AC

Ilustrasi unit AC. )iStockphoto)
Ilustrasi unit AC. )iStockphoto)

Cara kerja AC itu sendiri sebenarnya tergantung dari kinerja komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. AC juga memiliki berbagai macam komponen yang umumnya bisa dikategorikan ke dalam 4 bagian, diantaranya kelistrikan, refrigeran, komponen utama, dan komponen pendukung. Berikut ini penjelasannya, yaitu:

1. Komponen Utama

Kompinen utama bagi sebuah AC ialah komponen yang berguna untuk mengatur temperatur atau suhu ruangan, yang terdiri atas kompresor, konensator, pipa kapiler, dan evaporator. Adapun macam-macam dan fungsi dari keempat komponen di atas ialah :

a. Kondensator, berguna menukar kalor, mengkonversi bentuk/wujud dari refrigeran yang awalnya berupa gas hingga menjadi cair, sekaligus dapat menurunkan temperatur refrigeran. Biasanya pipa kondensator ini dibentuk secara berliku, dilengkapi oleh sirip.

b. Kompresor, berfungsi untuk memompakan refrigran hingga ke seluruh komponen AC dengan cara kerja sama seperti jantung manusia. Alat ini dilengkapi oleh 2 buah pipa, yakni pipa tekan dan pipa hisap dengan 2 tekanan, baik bertekanan rendah maupun tinggi.

c. Evaporator, berguna untuk menyerap sekaligus mengalirkan panas yang berasal dari udara menuju refrigeran, dengan demikian refrigeran dapat berubah dari zat cair ke gas sesudah melewati pipa kapiler.

d. Pipa kapiler, adalah komponen yang memiliki peranan begitu penting bagi AC sebab berguna untuk menurunkan tekanan sekaligus mengatur aliran dari refrigeran menuju evaporator.

2. Komponen Pendukung

Di samping komponen utama untuk mendinginkan udara, Air Conditioner juga telah dilengkapi oleh beberapa komponen lain, seperti accumulator, strainer, fan, dan blower.

a. Strainer berguna untuk menyaring debu dan kotoran di dalam refrigeran.

b. Accumulator berfungsi menampung refrigeran cair sementara yang bersuhu rendah beserta campuran pelumas pada evaporator, sekaligus menjaga supaya aliran refrigeran ke kompresor pun tetap lancar.

c. Fan, berguna membantu kondensator untuk membuang kalor ke udara luar.

3. Komponen Kelistrikan

Mengingat AC bekerja dengan memanfaatkan tenaga listrik, tentu diperlukan pula beberapa komponen kelistrikan dengan fungsi yang berbeda-beda. Seperti halnya termostat, kapasitor, overload, dan motor listrik.

4. Refrigeran

Refrigeran bisa dikatakan sebagai zat di dalam AC yang mengalur dan berperan sebagai pendingin. Ketika AC bekerja, maka refrigeran ini dapat berubah wujud antara cair dengan gas secara terus menerus agar menghasilkan udara yang dingin.

Cara Kerja AC dalam Ruangan

Ilustrasi AC di rumah (iStockphoto)
Ilustrasi AC di rumah (iStockphoto)

Dalam prinsip cara kerja AC dibagi menjadi 2 berdasarkan kegunaannya, yaitu :

1. Prinsip Dasar Air Conditioner

AC bekerja untuk mendinginkan udara di dalam ruangan dengan memanfaatkan prinsip sederhana dari fisika. Pengubahan cairan menjadi gas atau udara dengan cara alami bisa mengakibatkan penyerapan panas, dan hal tersebut dinamakan sebagai fase konversi.

Sementara AC menggunakan campuran kimia, oleh karenanya dapat menghadirkan lingkungan tertutup yang didalamnya terjadi kondensasi dan penguapan berulang. Campuran tersebut dinamakan refrigerants, di mana refrigerants tersebut terdiri atas hidroklorofluoorkarbon, perfluorokarbon dan klorofluorkarbon.

Di mana semua senyawa refrigerants tersebut bisa menghadirkan fase konversi. Di samping itu, AC mempunyai kipas yang dapat mendistribusikan udara panas agar berjalan melewati kumparan yang berisi refrigerants. Lalu udara panas pun akan dialirkan kipas, sehingga dapat berjalan melewati kumparan evaporator berisi refrigerants.

Lalu senyawa refrigerants tadi melakukan tugasnya untuk menyerap panas yang sebanyak-banyaknya sambil berubah wujud menjadi gas dari cairan. Supaya refrigerants tadi bisa melakukan kembali tugasnya, maka AC harus dapat mengembalikan wujudnya untuk kembali lagi menjadi cairan dari gas. Hal tersebut dilakukan dengan menekan gas dengan tekanan sangat tinggi. Lalu tekanan tinggi tersebut menyebabkan munculnya suhu panas dan kemudian dialirkan menuju luar ruangan oleh kumparan kondensor dan kipas kedua. Siklus tersebut dilakukan secara berulang-ulang selama AC berfungsi dengan baik.

2. Cara Kerja Ac untuk Rumah Tangga

Untuk bisa menjalankan fungsinya, setidaknya AC memerlukan beberapa unit. Di mana unit-unit tersebut terdiri atas katup ekspansi, kompresor, kumparan pendingin, kumparan panas, unit konterol, dan 2 unit kipas. Adapun sistem yang sering dipakai adalah unit atau sistem terpisah yang dinamakan sebagai split system units. Di mana sistem tersebut memisahkan bagian panas dengan bagian yang dingin sehingga membentuk sistem Air Conditioner secara utuh.

Bagian atau sisi dingin biasanya terbentuk berdasarkan katup ekspansi serta kumparan dingin dengan saluran beserta sistem udara. Sisi dingin tersebut biasanya disimpan di dalam ruangan lalu dihubungkan menggunakan saluran yang ada di bagian dalam ruangan. Sedangkan sisi panas atau unit kondensor sendiri diletakkan di luar ruangan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel