Prioritas selamatkan nelayan, KRI TNI AL tunda latihan gabungan

Unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) TNI Angkatan Laut menunda Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2022 karena memprioritaskan mengevakuasi empat nelayan korban kapal tenggelam di timur Kepulauan Bangka.

Komandan Gugus Tugas Super Garuda Shield 2022 Laksamana Pertama TNI H. Krisno Utomo menyatakan evakuasi keempat nelayan itu saat tiga KRI sedang konvoi menuju Batam.

“Jadi pada saat kapal ini sedang berlatih, mendapat laporan tim Search and Rescue (SAR) dan langsung kami respons. Alhamdulillah keempat nelayan berhasil diselamatkan dalam kondisi sehat,” ujarnya di Batam, Kepulauan Riau, Senin.

Ia mengatakan penyelamatan ini salah satu wujud TNI AL yang bekerja sama dengan instansi lain merespons cepat kejadian-kejadian di laut.

“Mengingat kami sedang melaksanakan latihan, melaksanakan operasi. Namun demikian, panggilan kemanusiaan ini lebih penting, saya perintahkan ketiga kapal ini untuk merespons pelaksanaan penyelamatan,” katanya.

Baca juga: Unsur KRI TNI AL berhasil evakuasi korban kapal tenggelam

Dia menegaskan penyelamatan keempat orang ini merupakan spontanitas dari petugas dan bukan bagian dari latihan.

“Ini di luar dari skenario latihan, kami mendapatkan laporan dari Basarnas di Jakarta bahwa ada kecelakaan kapal. Jadi memang ini sedikit saya belokkan dari latihan kapal-kapal perang TNI AL untuk menolong kapal tersebut, sehingga seharusnya kapal saya tiba di Batam kemarin malam, baru tiba pagi ini,” ungkapnya.

TNI Angkatan Laut menyelamatkan empat nelayan KM Rizky yang terapung di timur perairan Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

“Alhamdulillah kemarin (31/7) sekitar pukul 07.30 WIB, tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sedang melakukan konvoi menuju Batam berhasil menyelamatkan empat orang orang nelayan dalam keadaan sehat. Mereka ditemukan di sisi timur Perairan Bangka,” ujar Krisno Utomo.

Saat ditemukan, katanya, keempat nelayan ini, Ikram (35), Suryanto (42), Hajra (22), dan Lasu Harjo (29), dalam keadaan terapung di laut selama tiga hari menggunakan papan.

“Saat kami temukan keempatnya sudah dalam kondisi lemah. Pada saat kami tolong dengan KRI, langsung dinaikkan ke kapal dan diberikan pertolongan pertama serta perawatan,” katanya.

Baca juga: KRI Bima Suci kembali jalankan misi pelayaran duta bangsa
Baca juga: KRI Ajak-653 bawa ekspedisi layanan kas BI di wilayah 3T
Baca juga: Pangkoarmada RI periksa kesiapan unsur KRI di Laut Natuna Utara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel