Priscilla Hertati ulas kekuatan petarung putri di ONE: HEAVY HITTERS

·Bacaan 3 menit

Kejuaraan tarung bebas (MMA) perdana ONE Championship tahun ini dengan tajuk ONE: HEAVY HITTERS di Singapore Indoor Stadium, Singapura Jumat (14/1) bakal diikuti enam petarung putri dan jagoan Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol mengulas kekuatan mereka.

Berdasarkan keterangan resmi dari ONE Championship, Rabu, enam petarung putri yang bakal unjuk kekuatan adalah Juara Dunia ONE Women’s Strawweight “The Panda” Xiong Jing Nan melawan penantang peringkat keempat Ayaka “Zombie” Miura.

Sebelumnya, akan ada laga Muay Thai divisi strawweight (kelas jerami) antara Supergirl melawan Ekaterina “Barbie” Vandaryeva serta laga MMA antara Tiffany “No Chill” Teo melawan Meng Bo di kelas strawweight.

Baca juga: Elipitua Siregar maksimalkan latihan BJJ sebelum lawan Robin Catalan

"Mereka akan berjuang meraih supremasi di pentas global baik dalam laga perebutan sabuk, perebutan peringkat, maupun pembuktian diri di divisi yang baru," kata Priscilla Hertati Lumban Gaol.

Petarung yang akrab di panggil Thathie ini sedikit mengulas laga antara Xiong Jing Nan (China) Vs. Ayaka Miura (Jepang). Menurut dia, laga tersebut akan menampilkan laga klasik antara striker versus grappler. Sebagai ratu divisi, Xiong Jing Nan memiliki latar belakang kuat dalam tinju dan telah banyak mengukir KO. Sedangkan sang lawan adalah pemilik kuncian yang telah mengalahkan empat lawannya lewat teknik scarf-hold americana yang sama.

“Kalau jalannya pertandingan itu pasti seru, karena baik Jing Nan maupun Ayaka memiliki jiwa petarung. Ayaka jelas ingin merebut sabuk emas milik Jing Nan. Otomatis, dia akan berjuang lebih keras lagi. Saya berharap laga ini akan menjadi sangat menarik,” ujar ibu dari seorang putri ini.

“The Panda” memang memiliki pengalaman luar biasa dalam menghadapi para grappler elite, seperti dalam kemenangan KO yang diraihnya atas Juara Dunia ONE Women’s Atomweight “Unstoppable” Angela Lee dan saat mengalahkan Michelle Nicolini.

“Kalau prediksi masih Jing Nan, tapi tidak bisa berkata 100 persen Jing Nan yang menang, karena bagi Ayaka, ia akan berusaha semaksimal mungkin,” kata Priscilla menjelaskan.

Baca juga: Bos ONE Championship dan UFC bakal unjuk kemampuan di laga MMA

Untuk laga Supergirl (Thailand) Vs. Ekaterina Vandaryeva (Belarusia), Priscilla menilai laga bakal berlangsung ketat. Apalagi laga ini akan mempertemukan remaja berusia 18 tahun yakin Supergirl yang kemampuannya tidak diragukan lagi.

“Saya memilih Supergirl karena masih muda, gaya mainnya keren, dan sepertinya rendah hati. Dia itu kalem, saya suka saja.[Gaya permainannya] sangat bagus.” tegas wanita kelahiran Dolok Sanggul ini.

Sementara itu pada laga antara Tiffany Teo (Singapura) Vs. Meng Bo (China), Priscilla menilai Meng Bo bakal unggul atas lawan. Apalagi Meng Bo adalah petarung terakhir yang ia hadapi sebelum cuti hamil dan melahirkan.

“Kalau ini pasti Meng Bo, karena Tiffany Teo saya lihat beberapa kali bertanding tetap seperti itu saja, dari dulu sampai sekarang. Teo sepertinya kurang memperbaiki striking-nya, dan lebih terfokus pada kemampuan menyeluruh saja. Kalau dia bertemu dengan striker, seperti bingung begitu – ingin memaksa ke bawah, tetapi tak memiliki momen untuk menyeret ke bawah,” katanya menjelaskan.

Priscilla pun memberi contoh saat Teo memasuki perebutan gelar melawan “The Panda” beberapa waktu lalu. Selain gagal merebut sabuk emas, wanita Singapura itu juga terlihat selalu terkena pukulan beruntun.


Baca juga: Elipitua Siregar bertekad atasi petarung Filipina di ONE Championship

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel