Pro-Kontra Rencana Pembangunan Bandara Kulon Progo

TEMPO.CO , Jakarta: Bandar Udara Baru, Pemerintah Janji Tak Rugikan Masyarakat

KULON PROGO-Rencana pembangunan bandar udara baru di Kabupaten Kulon Progo menuai pro dan kontra. Bagi yang setuju dengan pembangunan itu tidak ada masalah, namun banyak pula masyarakat yang menolak pembangunan bandar udara itu.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menjamin masyarakat tidak dirugikan. Masyarakat, kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo Budi Wibowo, boleh menyampaikan aspirasi dan pendapat. Pihaknya akan menampung usulan dan aspirasi untuk mengambil kebijakan terbaik bagi masyarakat.

"Kami akan mencari solusi terbaik bagi masyarakat," kata Budi, Minggu, 21 Oktober 2012.

Ia menjamin petani di daerah yang akan terkena dampak pembangunan bandar udara justru lebih mapan dari saat ini. Warga di empat dusun di Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kulon Progo yang mayoritas petani akan diupayakan tetap bisa bertani dengan penggantian lahan di lokasi lain tetapi tetap di desa itu. Juga penyerapan tenaga kerja serta usaha yang menunjang bandar udara.

"Masyarakat harus menjadi prioritas dan tidak boleh jadi korban," kata dia.

Masyarakat di lahan yang akan dibangun bandar udara juga diminta aktif memberi masukan kepada pemerintah. Misalnya kelompok masyarakat dari Desa Palihan yang telah membentuk paguyuban Wahana Tritunggal datang ke pemerintah. Meskipun mereka datang dengan penolakan, masukan-dari masyarakat yang kontra itu justru menjadi masukan aspirasi sebagai landasan pengambilan kebijakan.

Masukan-masukan dari masyarakat akan disampaikan kepada yang menangani pembangunan bandar udara seperti PT Angkasa Pura I, Kementerian Perhubungan dan lembaga-lembaga yang terlibat pada rencana pembangunan bandar udara bertaraf internasional itu.

Warga juga tidak perlu resah dengan adanya rencana pembangunan itu. Masyarakat yang mayoritas petani itu tetap akan dicarikan solusi jika pembangunan bandar udara itu terealisasi.

Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kulon Progo merupakan salah satu lokasi yang disurvei untuk bandar udara baru di Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi kelayakan yang dilakukan beberapa pihak mengerucut lokasi di Palihan yang berada di pesisir pantai selatan itu mempunyai peluang paling besar dibandingkan lokasi lain di Sleman, Bantul dan Gunungkidul.

Menurut Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, saat ini pihaknya tinggal menunggu proses izin lokasi dari Kementerian Perhubungan. Proses setelah itu pun masih panjang.

"Jika sudah jelas rencana pembangunan itu di Palihan, maka kami juga akan segera menginformasikan kepada warga," kata Hasto.

Purwinto, Ketua Paguyuban Wahana Tritunggal, menyatakan pihaknya menolak rencana pembangunan bandar udara baru itu dengan berbagai alasan. Antara lain lahan yang terkena proyek bandar udara baru itu sebagian merupakan lahan pertanian milik petani. Petani sangat tergantung bidang pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Lahan pertanian ini kan menjadi warisan dan modal hidup bagi cucu-cucu kami di masa depan," kata dia.

MUH SYAIFULLAH

Berita lain:

Tiga Kandidat Baru untuk Capres 2014  

Tim Indonesia U-18 Menang 25-0

Publik Tak Lagi Percaya Lembaga Islam? 

Jokowi, Anies dan Abraham Samad, Bursa Capres 2014

Model Joanna Krupa Kencan dengan Baju Transparan  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.