Problematika STB Digital di Tasik: Tak Dapat Bantuan dan Mengira Harus Bayar Bulanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah warga yang tinggal di kawasan terpencil di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sempat kaget saat sejumlah siaran televisi analog hilang sejak Rabu (2/11). Hilangnya saluran tersebut sempat dikira menjadikan mereka harus membayar rutin bulanan untuk bisa menonton saluran televisi.

Kepala Desa Padawaras Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Yayan Siswandi mengatakan bahwa saat saluran televisi tiba-tiba hilang tidak sedikit yang datang ke desa untuk mempertanyakan.

"Kebanyakan warga di sini memang tinggal di kawasan terpencil, sehingga televisi menjadi salah satu alat hiburan mereka. Ketika salurannya tiba-tiba hilang, mereka mempertanyakan ke desa. Mereka aneh dan menyangka harus bayar bulanan dan ke siapa harus bayarnya," kata Yayan.

Tidak hanya mempertanyakan dengan datang langsung ke desa, saat Yayan membagikan bantuan makanan kepada masyarakat yang berusia lanjut di empat kampung pun warga bergantian mempertanyakan hal yang sama, kenapa siaran tiba-tiba hilang dan kalau harus bayar ke siapa.

"Kebanyakan warga memang menggunakan televisi tabung, jadi tidak bisa menerima siaran digital," ungkapnya.

Diakuinya, selama ini di desanya belum pernah ada yang memberikan bantuan set top box (STB) gratis untuk warga agat bisa menangkap siaran digital. Mereka pun tidak mengetahui adanya program pemerintah dalam hal pengalihan siaran analog ke digital karena televisi adalah media hiburan bagi warga.

Ia menjelaskan bahwa dari jumlah penduduk di desanya yang mencapai 3.000 orang, sebagian besar dari mereka tinggal di wilayah pegunungan pesisir pesisir pantai selatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Dengan lokasi tersebut, untuk membeli STB membutuhkan waktu yang cukup lama karena lokasinya jauh dan harus meninggalkan pekerjaan harian mereka.

"Ke pusat kota kabupaten atau Kota Tasikmalaya itu butuh waktu 2,5 jam perjalanan memakai motor. Kalau pakai kendaraan umum lebih lama lagi. Jadi warga di kampung kami belum tahu kalau tv analog itu harus pakai Set Top Box segala macam," pungkasnya. [ded]