'Procrastinate' atau menunda-nunda pekerjaan ada hubungannya dengan masalah kesehatan dan karir

Apakah kamu pernah menyalahkan diri sendiri karena menunda-nunda pekerjaan (procrastination)? Kamu mungkin pernah menunda menulis pesan pada seorang teman, menunda mengerjakan laporan penting untuk sekolah atau pekerjaan, dan melakukan semampu kamu untuk menghindari suatu hal, tetapi jauh di lubuk hati, kamu tahu bahwa kamu harus melanjutkannya.

Sayangnya, mengatakan pada diri sendiri untuk tidak menunda tidak akan menghentikan hal tersebut. Faktanya, ini adalah salah satu cara terburuk untuk melakukannya. Menunda-nunda pekerjaan merupakan hal yang perlu ditanggapi dengan serius, karena berdasarkan penelitian saya, hal ini bukan hanya soal membuang-buang waktu tetapi sebenarnya terkait dengan masalah lain yang nyata.

Procrastination tidak disebabkan oleh rasa malas atau manajemen waktu yang buruk. Studi ilmiah menunjukkan bahwa prokrastinasi disebabkan oleh manajemen suasana hati yang buruk.

Ini menjadi masuk akal saat kita melihat bahwa orang-orang cenderung menunda memulai atau menyelesaikan tugas yang mereka tidak sukai. Jika kamu mengalami kecemasan atau ancaman pada harga diri hanya dengan memikirkan tugas tersebut, kemungkinan besar kamu akan menundanya.

Penelitian telah menemukan bagian otak yang terkait dengan deteksi ancaman dan regulasi emosi pada orang dengan masalah procrastination kronis berbeda dari orang-orang yang tidak mengalaminya.

Saat kita menghindari pekerjaan yang tidak menyenangkan, kita juga menghindari emosi negatif yang terkait dengan pekerjaan tersebut. Hal ini dapat memberi kepuasan dan memicu kita untuk menjadikan procrastination sebagai cara untuk memperbaiki suasana hati. Melakukan pekerjaan yang lebih menyenangkan sebagai penggantinya akan memberi dorongan suasana hati yang lebih positif.

Tugas-tugas yang sulit, seperti belajar untuk ujian atau mempersiapkan presentasi di depan umum, adalah hal utama yang memicu procrastination. Orang-orang dengan tingkat harga diri rendah lebih cenderung menunda pekerjaan mereka, sama halnya seperti mereka yang sangat perfeksionis yang khawatir karyanya akan menerima penilaian buruk dari orang lain. Jika kamu tidak menyelesaikan sebuah laporan atau menuntaskan pekerjaan perbaikan rumah, pekerjaan tersebut tidak dapat dievaluasi.

Namun, rasa bersalah dan malu sering kali terus dialami ketika orang-orang mencoba mengalihkan perhatian mereka dengan aktivitas yang lebih menyenangkan.

Dalam jangka panjang, procrastination bukanlah cara efektif untuk mengelola emosi karena perbaikan suasana hati yang muncul bersifat sementara. Setelah itu, orang-orang cenderung melakukan penilaian kritis terhadap dirinya sendiri. Tidak hanya meningkatkan suasana hati yang negatif, hal ini juga dapat memperkuat kecendurungan mereka untuk menunda-nunda pekerjaan.