Prodi pertanian dan pendidikan kejuruan kurang diminati di SBMPTN 2022

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengatakan program studi (prodi) di bidang pertanian dan pendidikan kejuruan kurang diminati calon mahasiswa pada jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022.

“Kami melihat ada beberapa prodi yang peminatnya agak menurun, misalnya pertanian, pendidikan kejuruan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemdikbudristek Nizam dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN Tahun 2022 di Gedung D Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi di Jakarta, Kamis.

Sebanyak 192.810 peserta atau sebesar 24 persen dari total 800.852 peserta yang mendaftar, lulus seleksi jalur SBMPTN 2022 di seluruh Indonesia.

Nizam menuturkan kurangnya minat calon mahasiswa memilih prodi di bidang pertanian dan pendidikan kejuruan menjadi perhatian bagi pihaknya karena Indonesia merupakan negara yang 40 persen masyarakatnya masih bergantung pada pertanian.

"Karena Indonesia ini meski masuk negara industri, sektor jasa sudah semakin kuat, tapi 40 persen masyarakat Indonesia ini masih hidup dari pertanian jadi semestinya bidang pertanian ini masih sangat penting untuk kita kembangkan, apalagi di era Revolusi Industri 4.0 ini," ujarnya.

Menurut Nizam, bidang pertanian Indonesia penting untuk semakin dikembangkan ke depannya, terutama di Revolusi Industri 4.0, seharusnya bidang pertanian semakin maju dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang.

Dengan demikian, pertanian Indonesia dapat berkembang menjadi pertanian modern atau pertanian 4.0, sehingga ketahanan pangan nasional akan semakin kuat.

"Bahkan kita bisa menjadi eksportir produk-produk pertanian, produk-produk perikanan, produk-produk kelautan, ini semua adalah masa depan kita," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mendorong para calon mahasiswa yang belum lulus SBMPTN dapat memilih prodi di bidang pertanian dan pendidikan kejuruan di jalur mandiri dan jalur lainnya.

"Jadi adik-adik yang mungkin pada kesempatan SBMPTN ini tidak melirik bidang pertanian nanti di jalur mandiri bisa ke sana, jalur (pertanian) yang sangat menjanjikan sebetulnya," ujarnya.

Selain itu, Nizam mengatakan sekolah vokasi juga masih mengalami kesulitan mencari guru-guru sekolah menengah kejuruan (SMK) karena sedikit minat dari calon mahasiswa yang mengambil jurusan bidang pendidikan kejuruan. Ia berharap calon mahasiswa dapat mempertimbangkan untuk memilih prodi tersebut.

Nizam berharap para calon mahasiswa di jalur seleksi berikutnya dapat memilih prodi sesuai dengan passion dengan membuka wawasan seluas-luasnya dan menggali informasi sedalam-dalamnya.

"Tidak selalu prodi yang katakanlah sangat populer lebih berhasil di masa depannya dibandingkan prodi-prodi yang mungkin tidak terlalu kedengaran keren tapi sebetulnya masa depannya justru bisa jauh lebih hebat dibandingkan dengan prodi-prodi yang namanya keren," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel