Produk halal dinilai beri kekuatan hidup dan nilai tambah ekonomi

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh berpendapat produk halal baik produk industri, pariwisata dan pangan mampu memberikan kekuatan di dalam kehidupan masyarakat sehari - hari karena memberikan perlindungan keagamaan dan memberikan nilai tambah secara ekonomi.

Penilaian tersebut disampaikan Asrorun Niam di Sungailiat, Bangka Belitung, Kamis saat membuka rapat koordinasi Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan dan Kosmetika (LPPOM) MUI tahun 2022.

Ia mengatakan Indonesia dengan penduduk mayoritas Muslim dan memiliki banyak tujuan objek wisata perlu mengembangkan destinasi wisata halal agar secara teknis layak dikunjungi bagi wisatawan Muslim yang patuh kepada aturan keagamaan.

"Wisata halal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung karena memberikan ruang alternatif jenis - jenis layanan wisatawan," kata dia.

Sebagai gambaran, di Italia yang mayoritas umat Katolik tetapi pemerintah negara itu menyerap dan menyesuaikan prinsip wisata dan mendorong produk halal termasuk juga restoran halal.

"Produk halal menjadi gaya hidup dan menjadi tuntutan hidup masyarakat Muslim khususnya sehingga perlu dilakukan dakwah halal lebih luas," jelasnya.

Dakwah halal bertujuan membangun kesadaran masyarakat atau pengusaha karena di dalamnya ada sisi ekonomi yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan.

Di beberapa negara seperti Malaysia saat ini gencar memfasilitasi turis Muslim dengan wisata halal. Paling penting pengarusutamaan soal produk halal dan jasa halal bukan hanya sekedar kepentingan sektoral umat Islam melainkan kepentingan pemberian nilai tambah ekonomi yang memperluas spektrum layanan calon pengguna.

Asrorun Ni'am Sholeh melihat kesadaran atas produk halal oleh pelaku usaha terus meningkat yang didukung dengan berbagai ketentuan peraturan pelaksanaan teknis seperti sudah mulai munculnya rumah sakit syariah dan layanan kesehatan berbasis halal, hotel layanan syariah, wisata halal, produk UMKM halal serta produk halal lain.

Baca juga: Bangka Belitung ingin jadi pusat industri halal dunia
Baca juga: Kongres halal bisa dorong Indonesia pimpin industri produk halal
Baca juga: MUI ajak masyarakat tingkatkan ketersediaan produk dan jasa halal

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel