Produk inovatif SMK, simbol kelahiran industri anak negeri

MERDEKA.COM. Keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kini tidak lagi dapat dipandang sebelah mata. Para siswa SMK telah menunjukkan diri melalui berbagai karya yang sebelumnya tidak pernah terbayang dapat diciptakan anak bangsa.

Di tangan mereka, sekarang negeri ini tak lagi identik dengan impor khususnya bidang industri. Meskipun masih prototype, teknologi buatan para siswa SMK patut dibanggakan. Salah satu teknologi yang dimaksud adalah prototype mobil nasional bernama ESEMKA. Mobil ini dihasilkan oleh beberapa siswa SMK 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta.

Siswa SMK 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta berhasil membuat dua prototype mobil ESEMKA yang bernama Digdaya dan Rajawali. Mobil ESEMKA Digdaya dirancang dengan bentuk kabin ganda dengan kapasitas mesin sebesar 1500 cc. Sedangkan ESEMKA Rajawali menggunakan desain Sport Utility Vehicle (SUV) dengan kapasitas mesin yang sama.

Jejak kesuksesan SMK 2 Surakarta merembet ke SMK lain. Proyek mobil ESEMKA telah banyak dikerjakan siswa SMK di beberapa kota lain seperti Klaten, Magelang, Surabaya serta Malang. Selain mobil, siswa SMK pun berhasil membuat karya lain yang menakjubkan. Karya itu adalah pesawat terbang.

Adalah SMK 29 Jakarta yang menciptakan pesawat terbang Jabiru J430. Pesawat ini merupakan jenis pesawat perintis dengan kapasitas penumpang sebanyak dua orang.

Khusus untuk mobil ESEMKA, telah dilirik oleh investor lokal yang siap memproduksi secara massal. Perusahaan yang tertarik dengan karya tersebut adalah PT Solo Manufaktur Kreasi. Sayangnya, pelbagai produk karya anak bangsa ini tidak begitu dilirik oleh pemerintah. Padahal, karya-karya itu bisa dibilang tak kalah dengan produk luar negeri.

Selain teknologi, SMK mampu unggul dalam bidang lain seperti perhotelan. Sekarang, tinggal menunggu perhatian dari pemerintah. Apakah memilih tetap mengimpor teknologi atau menggunakan teknologi dalam negeri, semua akan terjawab dengan sendirinya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.