Produksi Beras Ditargetkan 55,2 Juta Ton di 2022, Pangan Lainnya?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi padi pada tahun depan bisa mencapai 55,2 juta ton.

Ini diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada rapat kerja bersama Komisi IV DPR seperti melansir Antara, Rabu (25/8/2021). "Padi sebesar 55,2 juta ton,” kata dia.

Adapun untuk target komoditas pangan lainnya yaitu jagung sebanyak 20,10 juta ton, kedelai 0,20 juta ton, bawang merah 1,64 juta ton, cabai 2,87 juta ton, lalu gula tebu 2,30 juta ton.

Selain itu daging sapi 0,44 juta ton, kelapa 2,86 juta ton, kakao 780,90 ribu ton, bawang putih 91 ribu ton, dan kopi 795,45 ribu ton.

Adapun rincian rancangan dengan pagu anggaran Rp 14,45 triliun tahun 2022, dialokasikan ke Sekretaris Jenderal Rp 1,66 triliun, Inspektorat Jenderal Rp 97,68 miliar, lalu Dirjen Tanaman Pangan Rp 1,77 triliun.

Selanjutnya Dirjen Hortikultura Rp 1,04 triliun, Dirjen Perkebunan Rp 1,31 triliun, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Rp 1,85 triliun, lalu Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp 2,61 triliun.

Kemudian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Rp 1,33 triliun, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Rp 1,09 triliun, Badan Ketahanan pangan Rp 577,39 miliar, dan Badan Karantina Pertanian Rp 1,10 triliun.

Program Kementan

Presiden Joko Widodo meninjau gelaran panen raya padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok. Kementan)
Presiden Joko Widodo meninjau gelaran panen raya padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok. Kementan)

Mentan Syahrul menyampaikan lima program Kementan yang akan difokuskan untuk tahun 2022 dalam rangka mendukung Program Prioritas (PP) dan Prioritas Nasional (PN) yang ditetapkan pemerintah.

Pertama, program ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas dengan alokasi anggaran sebesar Rp 6,49 triliun. Kedua, program nilai tambah dan daya saing industri senilai Rp 1,74 triliun.

Ketiga, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi sebesar Rp0,36 triliun. Selanjutnya, program pendidikan dan pelatihan vokasi sebesar Rp 0,77 triliun. Terakhir, program dukungan manajemen sebanyak Rp 5,09 triliun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel