Produksi Nikel Antam Meningkat pada 2020

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pendapatan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meski turun, kinerja produksi feronikel perusahaan tercatat meningkat dibandingkan 2019. Pada 2020, emiten berkode ANTM ini memproduksi 25.970 ton nikel dalam feronikel (TNi). Angka tersebut lebih tinggi dari capaian produksi tahun 2019 sebesar 25.713 TNi.

Kinerja penjualan produk feronikel juga masih solid, dengan realisasi volume penjualan sebesar 26.163 TNi. Sepanjang 2020, penjualan feronikel merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih Antam, dengan kontribusi sebesar Rp4,66 triliun atau 17 persen dari total penjualan bersih 2020.

Pada 2020, Antam juga memperkokoh posisinya sebagai salah satu produsen feronikel global berbiaya rendah dengan capaian biaya tunai produksi (cash cost) sebesar USD 3,36 per pon.

Pencapaian ini memperlihatkan terjadinya penurunan biaya tunai sebesar 17 persen jika dibandingkan biaya tunai rata-rata feronikel Antam di tahun 2019 sebesar USD 3,95 per pon.

Untuk komoditas bijih nikel, volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam mencapai 4,76 juta wet metric ton (wmt).

Dari aspek penjualan, pada 2020, Antam mencatatkan volume penjualan bijih nikel sebesar 3,30 juta wmt yang sepenuhnya diserap oleh pelanggan di pasar domestik.

Kontribusi Pendapatan dari Penjualan Nikel

Kontribusi pendapatan dari penjualan bijih nikel pada 2020 tercatat sebesar Rp1,87 triliun atau 7 persen dari total penjualan bersih perusahaan. Penerimaan pasar domestik atas produk nikel Antam tercatat positif pada 2020.

Nilai penjualan produk segmen nikel Antam di pasar dalam negeri tahun lalu mencapai Rp1,87 triliun, tumbuh 93 persen dibandingkan penjualan domestik segmen nikel tahun 2019 sebesar Rp968,16 miliar.

Performa positif kinerja segmen nikel Antam pada 2020 tercermin dari perolehan laba usaha segmen sebesar Rp2,22 triliun dan laba tahun berjalan segmen nikel sebesar Rp1,92 triliun.

Penjualan Emas dan Perak

Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 666 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas menunjukkan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp 1.000 menjadi Rp 666 ribu per gram pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain nikel, pada 2020, Antam memfokuskan strategi pemasaran produk emas untuk meningkatkan basis pelanggan di dalam negeri. Kinerja penjualan emasnya mencapai 22.097 kg (710.435 troy oz), dengan tingkat produksi emas sebesar 1.672 kg (53.756 t oz).

Untuk komoditas perak, pada 2020 Antam mencatatkan total volume produksi dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 11.992 kg (385.552 t oz). Sedangkan volume penjualan perak Antam tercatat sebesar 14.589 kg (469.047 t oz).

Penjualan bersih dari komoditas perak tercatat sebesar Rp146,45 miliar pada tahun 2020. Selain penjualan bersih emas dan perak, Antam juga memperoleh pendapatan dari jasa pengolahan dan pemurnian logam mulia sebesar Rp167,56 miliar pada 2020.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini