Produksi Udang Digenjot, Masyarakat Kian Sejahtera

Liputan6.com, Jakarta Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, TB Haeru Rahayu, dalam Bincang Bahari, mengungkapkan target produksi udang mencapai 2 juta ton pada 2024 bukan hanya sekadar untuk kepentingan ekspor. Namun juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya udang.

"Kita ingin mensejahterakan masyarakat kelautan dan perikanan, khusus pembudidaya udang," kata TB Haeru dalam Bincang Bahari: Terobosan Kuasai Pasar Udang Dunia pada Kamis (2/9/2021).

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi udang yaitu dengan menerapkan kebijakan pembangunan tambak udang berbasis kawasan. Hal ini dibangun dengan pertimbangan ekologi dan ekonomi.

Menurut TB Haeru, pembangunan tambak udang berbasis kawasan tersebut akan berdampak pada peningkatan Nilai Tukar Pembudidaya Udang dan masyarakat sekitar.

"Kesejahteraan ini indikatornya adalah nilai tukar pembudidaya yang saat ini mungkin 102-103, tapi kita ingin ada lompatan minimal indeksnya 140. Jadi kalau 140, ya sudah tidak miskin lagi, ini yang kita dorong," sambungnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Devisa Naik

Ilustrasi Udang. (Dok. Thanks for your Like/donations welcome/Pixabay)
Ilustrasi Udang. (Dok. Thanks for your Like/donations welcome/Pixabay)

Dampak lain yaitu akan meningkatkan penerimaan devisa negara melalui ekspor. Selain itu juga akan terjadi peningkatan penerimaan pajak, termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

"Karena mekanisme ini berbagi dengan Pemda, tentunya selain ada PNBP, ada juga PAD, ada retribusi yang juga harus kita kontribusikan kepada Pemda. Artinya, kehadiran pemerintah pusat tidak menyusahkan Pemda, kita juga harus duduk selaras untuk bisa menggolkan mimpi-mimpi kita," ungkap TB Haeru.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel