Produktivitas bongkar muat Pelabuhan Belawan terus meningkat

·Bacaan 3 menit

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) mencatat produktivitas bongkar muat Pelabuhan Belawan terus mengalami peningkatan.

“Selain produktivitas bongkar muat, waktu pelayanan di Pelabuhan Belawan juga mengalami perbaikan terutama dari semakin rendahnya waktu tunggu kapal. Waiting time di Pelabuhan Belawan sebesar 0,27 jam/kapal, turun sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau sebesar 0,32 Jam/kapal, lebih baik dari standar kinerja operasional kapal yang ditetapkan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, yaitu sebesar 1 jam/kapal,” kata SVP Corporate Secretary Pelindo I, Basuki Soleh dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Basuki mengatakan, Pelindo I terus berupaya meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan kepada pengguna jasanya, dengan meningkatkan standar kinerja pelayanan operasional pelabuhan.

Upaya tersebut dilakukan di seluruh cabang pelabuhan yang dikelolanya termasuk di Pelabuhan Belawan, Terminal Petikemas Belawan (TPK Belawan) dan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT).

Ia menjelaskan, hingga Agustus 2021, produktivitas bongkar muat curah kering melalui conveyor, sebesar 409,96 T/C/H meningkat sebesar 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 372,78 T/C/H.

Begitu juga dengan produktivitas curah cair melalui pipa terpadu sebesar 179,21 T/P/H meningkat sebesar 6,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 168,11 T/P/H.

Kata dia, Pelabuhan Belawan memiliki layanan bisnis utama berupa pelayanan kapal, terdiri dari layanan tambat, pemanduan, penundaan.

Pelayanan barang, terdiri dari kegiatan stevedoring, cargodoring, receiving/delivery.

Pelabuhan umum terdiri dari terminal cargo, terminal curah kering, terminal curah cair, terminal penumpang, dan car terminal, serta jasa kepelabuhanan lainnya, seperti penyewaan tanah dan bangunan, pengusahaan air dan listrik, pengusahaan alat, dll.

Dalam menjalankan layanan bisnisnya, Pelindo I Cabang Belawan berkomitmen untuk melayani setiap permohonan dari pengguna jasa sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ada.

Sedangkan untuk terminal petikemas di Sumatera Utara, Pelindo I memiliki TPK Belawan, TPK Belawan Fase II dan KTMT. Performa produktivitas bongkar muat petikemas di TPK Belawan dan KTMT juga terus meningkat.

Ia menambahkan, selama bulan Agustus 2021, kinerja produktivitas TPK Belawan untuk terminal internasional mencapai 25 B/C/H (Box/Crane/Hour) dan 50 B/S/H (Box/Ship/Hour), dan terminal domestik 23 B/C/H dan 48 B/S/H. Produktivitas di kedua terminal tersebut berada di atas standar kinerja pelayanan operasional yang ditetapkan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, sesuai SK Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan Nomor.HK 206/1/7/OP.BLW-2021 tanggal 4 Januari 2021, yaitu sebesar 23 B/C/H dan 34 B/S/H untuk terminal internasional serta 21 B/C/H dan 32 B/S/H untuk terminal domestik.

Produktivitas KTMT pada bulan Agustus 2021 sebesar 23 B/C/H dan 35 B/S/H, melampaui standar kinerja pelayanan operasional yang ditetapkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kuala Tanjung, sesuai SK Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kuala Tanjung Nomor.HK 107/1/8/KSOP.KTG-2018 tanggal 29 Oktober 2018, yaitu sebesar 23 B/C/H dan 28 B/S/H.

"Pelindo I akan terus memastikan pelayanan dan kinerja operasional pelabuhan terus ditingkatkan, digitalisasi layanan terus dikembangkan sehingga mendorong percepatan operasional pelabuhan dan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa," pungkasnya.

Baca juga: Pelindo I dorong implementasi NLE di Belawan dan Kuala Tanjung
Baca juga: Terminal Peti Kemas Belawan terapkan sistem autogate
Baca juga: Menhub wacanakan pembangunan LRT Binjai, Belawan menuju KNO

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel