Produktivitas Kopi Indonesia Turun

TEMPO.CO, Jakarta -Sebanyak 30 persen tanaman kopi di Indonesia sudah mencapai usia 20 sampai 30 tahun. Berpengaruh pada produktivitas hasil kopi terancam turun hingga 50 persen.

Kopi adalah minuman paling populer di dunia setelah air. Setiap harinya lebih dari 1 milyar cangkir kopi dikonsumsi manusia di seluruh dunia.  Kopi sebagai komoditi paling banyak diperdagangkan di dunia setelah minyak bumi.

United States Departemen of Agriculture (USDA) memprediksikan produksi kopi dunia pada 2012 hingga 2013 mencapai 151 juta karung (1 karung = 60 kilogram).

Ada peningkatan sekitar 7 juta karung dibandingkan produksi tahun 2010 dan 2011 yang berada pada kisaran 144 juta karung. Peningkatan itu diikuti dengan kenaikan total ekspor kopi dunia yang sebelumnya 105 juta karung pada 2010 - 2011 menjadi 117 juta karung pada 2012- 2013.

Indonesia menyumbang peranan besar pada semua lini peningkatan produksi kopi dunia. Dalam lima tahun terakhir, data sama menempatkan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brazil dan Vietnam. Sementara dari catatan ekspor, USDA menempatkan Indonesia pada posisi keempat eksportir kopi terbesar dunia setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia.

Produksi kopi Indonesia tahun 2011, menurut Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian, mencapai 709 ribu ton. Meliputi produksi kopi jenis Robusta sebanyak 554 ribu ton dan Arabika sebesar 155 ribu ton. Sementara volume ekspor biji kopi Indonesia pada tahun sama sekitar 446 ribu ton.

Data-data di atas memberi gambaran tentang peran penting kopi sebagai salah satu komoditi perkebunan andalan Indonesia. Utamanya sebagai komoditi yang menopang lebih dari 1,4 juta petani dan pendorong agroindustri dan agrobisnis yang memberi pasokan besar pada devisa negara.

Sebagai catatan, Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (sesuai data Badan Pusat Statistik) menyebutkan nilai ekspor biji kopi Indonesia pada tahun 2012 mencapai 1,25 miliar dolar.

Namun di balik data-data statistik, ada masalah mengancam produksi kopi di Indonesia, yakni banyaknya populasi tanaman kopi yang sudah tua. Ini ibarat bom waktu yang bisa membalikkan keadaan bagi Indonesia dari negara pengekspor menjadi pengimpor biji kopi.

Menurut data Kementerian Pertanian RI, luas areal tanaman kopi di Indonesia dari tahun ke tahun, pertumbuhannya tidak signifikan. Angka pertumbuhannya sekitar 0,02% per tahun.

Bahkan jika dibandingkan luas areal perkebunan kopi tahun 2008 yang mencapai 1,295 juta hektar, luas lahan kopi di Indonesia tahun 2012 turun menjadi 1,233 juta hektar.

Data USDA tahun 2011, menyebutkan populasi tanaman kopi Indonesia berada di peringkat empat dunia (setelah Brazil, Kolombia dan Pantai Gading) dengan jumlah sekitar 1,5 miliar pohon.

EVIETA FADJAR

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.