Produktivitas Pekerja di AS Menurun ke Level Terendah dalam 40 Tahun, Kenapa?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Produktivitas pasar tenaga kerja di Amerika Serikat menurun drastis pada kuartal ketiga tahun ini. Hal itu menandai penurunan ke level terendah dalam 40 tahun.

Pada periode Juli dan September 2021, pemulihan ekonomi di AS sebagian terhalang karena penyebaran COVID-19 varian Delta, yang membebani produktivitas, seperti dikutip dari CNN Business, Jumat (5/11/2021).

Masalah tersebut diperberat dengan kekacauan rantai pasok yang hingga kini belum teratasi - menghambat produksi di berbagai sektor.

Bersama-sama, faktor-faktor ini membantu menjelaskan penurunan tajam dalam produktivitas, yang menurun pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 5 persen antara Juli dan September - penurunan paling tajam sejak kuartal kedua 1981, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.

AS, tenga berada di resesi 16 bulan. Pada kuartal ketiga tahun ini, output negara itu meningkat 1,7 persen, sementara jam kerja melonjak 7 persen.

Namun, seorang ekonom senior Wells Fargo, Sarah House mengatakan bahwa angka-angka ini tidak menunjukkan banyak tentang tren di pasar kerja.

Menurut dia, sebuah data, seperti penurunan produktivitas, jarang memberikan gambaran yang lengkap.

"Ada ketidakcocokan waktu dalam hal apa yang terjadi antara penyebaran varian Delta, dan kita datang dari puncak pembukaan kembali bisnis dan semua dukungan fiskal yang ada," kata House.

Jadi bukanlah hal yang aneh untuk melihat produktivitas melambat setelah periode peningkatan yang intens, menurut House, seperti yang telah terlihat selama fase pemulihan sebelumnya.

Biaya Tenaga kerja di AS Juga Melonjak Pada Kuartal Ketiga 2021

Orang-orang melewati pengunjung di luar restoran yang menawarkan layanan area outdoor di New York pada 3 Oktober 2020. Kota itu mengizinkan restoran membuat area makan outdoor hingga ke trotoar dan jalanan sebagai upaya mengatasi dampak ekonomi COVID-19 yang berkelanjutan. (AP Photo/John Minchillo)
Orang-orang melewati pengunjung di luar restoran yang menawarkan layanan area outdoor di New York pada 3 Oktober 2020. Kota itu mengizinkan restoran membuat area makan outdoor hingga ke trotoar dan jalanan sebagai upaya mengatasi dampak ekonomi COVID-19 yang berkelanjutan. (AP Photo/John Minchillo)

Bisnis di AS juga telah berjuang dengan kekurangan pekerja selama pandemi, yang berarti mereka harus membayar untuk menarik karyawan.

Biaya tenaga kerja unit melonjak di AS pada kuartal ketiga, naik pada tingkat tahunan sebesar 8,3 persen,yang jauh lebih tinggi dari pada kuartal sebelumnya.

Namun turunnya produktivitas juga berarti semakin sulitnya mencari pekerja, dan semakin mahal untuk mempekerjakan mereka, tanpa membebankan biaya tambahan kepada konsumen, yang sudah membayar lebih di tengah meningkatnya biaya bahan baku dan pengiriman.

"Kami pikir pertumbuhan upah akan tetap tinggi, tetapi kami memperkirakan beberapa moderasi pada paruh kedua tahun depan," kata House.

"Itu akan menghilangkan beberapa tekanan dari bisnis," tambahnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel