Produsen Air Minum CLEO Serap Belanja Modal Rp 27 Miliar pada Kuartal I 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatatkan realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 27,04 miliar sepanjang kuartal I-2021. Angka ini setara 18 persen dari total belanja modal Perseroan tahun ini sebesar Rp 150 miliar.

"Untuk tahun 2021 ini, realisasi untuk kuartal I adalah Rp 27 miliar. Sementara untuk capex tersebut digunakan untuk berbagai jenis aset,” ujar Direktur Keuangan CLEO, Lukas Setio Wongso dalam paparan publik, Rabu (19/5/2021).

Aset yang dimaksud antara lain adalah untuk pembelian tanah dan bangunan, mesin dan peralatan pabrik, kendaraan, peralatan kantor, serta investasi galon kosong.

Selain itu, belanja modal juga dialihkan untuk memperluas pabrik yang ada di Bojonegoro dan Citeureup. Serta pembangunan pabrik baru di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pada periode sama Perseroan mencatatkan penjualan yang menurun 12,64 persen. Penjualan jadi Rp 237,20 miliar dari kuartal I-2020 sebesar Rp 271,53 miliar.

Meski begitu, CLEO mencatatkan laba bersih yang naik 18 persen, yakni Rp 41,84 miliar dibandingkan laba bersih kuartal I-2020 sebesar 35,46 miliar.

Lukas memaparkan, raihan tersebut terutama disebabkan peningkatan penjualan pada produk yang mempunyai margin lebih tinggi. Margin laba kotor meningkat dari 41 persen menjadi 45 persen, dan efisiensi biaya operasional.

"Terutama biaya bunga pinjaman bank," ujar Lukas.

Adapun pada 2021, perseroan juga berencana memperluas jaringan distribusi dari 120 pada 2020, menjadi 200 cabang hingga akhir tahun.

Rampungkan Pabrik di Balikpapan

IPO CLEO (Foto: Achmad DA/Liputan6.com)
IPO CLEO (Foto: Achmad DA/Liputan6.com)

Sebelumnya, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) akan menyelesaikan perluasan serta pembangunan sejumlah pabrik pada 2021. Untuk perluasan, akan dilakukan pada pabrik LEO yang ada di Bojonegoro dan Citeureup. Sementara pabrik baru yang akan dibangun berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Tahun 2021 itu kita melakukan perluasan pabrik di Bojonegoro dan Citeureup, sekaligus dimulainya pembangunan pabrik di Balikpapan,” ujar Direktur Operasional Sariguna Primatirta, Nio Eko Susilo dalam paparan publik, Rabu (19/5/2021).

Pada 2021, Perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 150 miliar, termasuk untuk menambah kapasitas produksi. Belanja modal juga untuk perluasan dan pembangunan pabrik baru di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Jadi kita akan mengejar penyelesaiannya secepat mungkin agar pabrik yang ke-28 ini bisa memperkuat pemenuhan order kita di pulau Kalimantan,” kata Eko.

Pada 2021, Perseroan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 30 persen. Sepanjang 2020, penjualan CLEO tercatat mengalami penurunan 10,66 persen menjadi Rp 972,64 miliar dari sebelumnya Rp 116,05 miliar.

"Di tahun 2021 kita akan achieve target dengan proyeksi akan tumbuh 30 persen,” ujar Direktur Penjualan dan Distribusi CLEO, Toto Sucartono dalam kesempatan yang sama.

Pada perdagangan saham Rabu, 19 Mei 2021 pukul 14.43 WIB, saham PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) melemah tipis 0,44 persen ke posisi Rp 450 per saham. Saham CLEO dibuka melemah dua poin ke posisi Rp 450 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 450-454 kali dengan nilai transaksi Rp 2 miliar. Total frekuensi perdagangan saham 554 kali dengan volume perdagangan 43.801.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini