Produsen Boba, Formosa Ingredient Factory Lepas 140 Juta Saham ke Publik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Formosa Ingredient Factory Tbk, salah satu produsen boba akan menawarkan saham perdana sebanyak-banyakan 140 juta saham ke publik dalam rangka penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Mengutip prospektus perseroan di e-ipo.co.id, jumlah saham yang ditawarkan ke publik itu setara 12,11 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp 50.

Harga penawaran Rp 250-Rp 280 per saham. Dengan demikian, target dana IPO yang diperoleh sebanyak-banyaknya Rp 35 miliar-Rp 39,20 miliar.

Perseroan akan memakai dana hasil IPO untuk modal kerja antara lain pembelian bahan baku, bahan penunjang, biaya operasional dan pemasaran untuk memperluas jaringan pemasaran dengan distribusi ke daerah lain.

Hingga 31 Desember 2020, perseroan membukukan penjualan Rp 68,57 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 45,98 miliar. Perseroan mencatat laba Rp 18,79 miliar pada Desember 2020 dari periode 2019 sebesar Rp 17,52 miliar.

Formosa Ingredient Factory mencatat aset Rp 56,54 miliar pada 2020 dari 2019 sebesar Rp 28,85 miliar. Total liabilitas perseroan meningkat Rp 20,15 miliar pada 2020 dari 2019 sebesar Rp 11,21 miliar. Total ekuitas naik dari Rp 17,63 miliar pada 2019 menjadi Rp 36,38 miliar pada 2020.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rencana Dividen dan Kegiatan Usaha

Ilustrasi boba (dok. Unsplash.com/@charlesdeluvio)
Ilustrasi boba (dok. Unsplash.com/@charlesdeluvio)

Perseroan akan membagikan dividen tunai sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Perseroan berencana bagi dividen setelah IPO mulai 2022. Perseroan bermaksud membayar dividen tunai kepada pemegang saham perseroan sebanyak-banyaknya 50 persen atas laba bersih tahun berjalan perseroan.

Jumlah dividen yang dibagikan akan bergantung pada laba perseroan pada tahun berjalan dengan mempertimbangkan indikator finansial dan keputusan RUPS.

Dalam menjalankan usaha, perseroan juga bekerja sama dan berkolaborasi dengan Texture Maker Enterprise Co Ltd. Texture Maker Enterprise Co Ltd asal Taiwan tersebut pemimpin pasar dalam industri food and beverage.

Adapun setelah IPO tersebut, pemegang saham perseroan antara lain Hengky Wijaya menjadi 24,92 persen, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk sebesar 23,71 persen, Texture Maker Enterprise Co Ltd sebesar 22,15 persen, Dewi Irianty Wijaya sebesar 5,54 persen, Yunita Sugiarto EW sebesar 2,77.

Selain itu, Preserve Food Specialty Co Ltd sebesar 4,39, Paporn Mahattanobol sebesar 4,39 persen, Tseng, Jen-You sebesar 0,02 persen dan masyarakat 12,11 persen.

Jadwal IPO

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam rangka IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Jadwal IPO:

-Masa penawaran awal: 5-11 Oktober 2021

-Perkiraan tanggal efektif dari OJK: 21 Oktober 2021

-Perkiraan masa penawaran umum: 22-28 Oktober 2021

-Perkiraan tanggal penjatahan: 28 Oktober 2021

-Perkiraan tanggal distribusi saham: 29 Oktober 2021

-Perkiraan tanggal pencatatan di BEI: 1 November 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel