Produsen Chip Terkena Dampak Lockdown di Xi'an China

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dua produsen chip terbesar dunia memperingatkan pandemi COVID-19 dan lockdown ketat di pusat utama China menjadi penghambat operasi perusahaan.

Samsung dan Micron menyampaikan pihaknya perlu menyesuaikan operasi di kota barat laut China, Xi’an, menjadi salah satu daerah yang mengalami paparan COVID-19 terburuk di China.

Pihak berwenang telah memberikan tanggapan untuk memberlakukan tindakan sweeping. Dengan intensitas dan skala besar yang jarang terjadi sejak Wuhan menjadi pusat pandemi COVID-19.

Setiap penurunan produksi berisiko memperburuk kekurangan chip global, krisis berkelanjutan yang membatasi pasokan untuk berbagi keperluan mulai chip untuk iPhone hingga mobil baru.

Pada Rabu, 29 Desember 2021, Samsung menyampaikan pihanya harus menyesuaikan operasinya untuk sementara waktu di Xi’an. Raksasa teknologi Korea Selatan menambahkan melakukan upaya perlindungan kepada seluruh karyawan di kota tersebut adalah prioritas utamanya.

Perusahan pun berencana mengambil segala tindakan yang mendesak. Termasuk langkah dalam memanfaatkan jaringan manufaktur global Samsung guna memastikan tidak ada efek apapun yang pelanggan terima.

Perusahan gawai pintar yang berbasis di Korea Selatan ini investasi lebih dari USD 10 miliar, setara Rp 142,7 triliun (asumsi kurs Rp 14.272 per dolar AS) di Xi’an. Samsung juga telah mempekerjakan 3.300 karyawan di kota itu.

Berdasarkan Korea Economic Daily, output di kota tersebut menyumbang lebih dari 40 persen dari total produksi chip global memori NAND Samsung. Sebuah produk yang ditemukan di smarthphone, tablet dan hard drive.

Sayangnya, Samsung menolak berkomentar atau memberikan tanggapan mengenai seberapa besar pengaruh berkurangnya produksi chip di Xi’an terhadap perusahaannya.

Pembuat chip Amerika Serikat, Micron juga menuturkan pemberlakukan pembatasan di Xi'an berdampak pada produksi chip memori DRAM. Chip jenis ini digunakan pada komputer imbas pengurangan tenaga kerjanya perusahan di lokasi tersebut.

“Kami memanfaatkan rantai pasokan global, termasuk mitra subkontraktor perusahaan demi memenuhi permintaan pelanggan. Tetapi memperingatkan mungkin ada beberapa penundaan jangka pendek saat kami mengaktifkan jaringan kami,” tambah Micron dalam sebuah pernyataan pada Rabu, dikutip drai laman CNN, ditulis Minggu (2/1/2022).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Prioritaskan Keselamatan Pekerja

Foto udara menunjukkan jalan komersial yang tenang di Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, China, 25 Desember 2021. Kota berpenduduk 13 juta orang tersebut lockdown ketat imbas lonjakan kasus COVID-19. (Tao Ming/Xinhua via AP)
Foto udara menunjukkan jalan komersial yang tenang di Kota Xi'an, Provinsi Shaanxi, China, 25 Desember 2021. Kota berpenduduk 13 juta orang tersebut lockdown ketat imbas lonjakan kasus COVID-19. (Tao Ming/Xinhua via AP)

Micron pun menututkan pembatasan baru akan lebih ketat. Berakibat pada operasi perusahaan di Xi'an yang berpotensi semakin sulit untuk dimitigasi. Pernyataan ini menekankan keselamatan timnya di kota adalah prioritas utama bagi Micron.

Perseroan juga akan mengambil langkah-langkah dengan segera mulai dari pemberlakukan jarak fisik hingga pengujian di tempat untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19.

Xi'an adalah sebuah kota kuno di provinsi Shaanxi. Pemerintah daerah melaporkan total 1.117 kasus imbas pandemi COVID-19 varian terbaru (omicron).

Alhasil meluncurkan pengujian di seluruh kota dan memaksa pemberlakukan lockdown ketat terhadap 13 juta minggu lalu. Sekolah-sekolah tempat-tempat umum dan transportasi serempat ditutup. Ini merupakan lockdown terbesar di China sejak pemberlakukan penguncian di Wuhan.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel