Produsen pupuk Saraswanti Anugerah bagikan dividen Rp89,27 miliar

·Bacaan 1 menit

Emiten produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (Saraswanti) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2020 senilai Rp17,42 per lembar saham atau total Rp89,27 miliar.

Keputusan itu disepakati pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang dilaksanakan secara virtual di Jakarta, Senin. Pada 2020 lalu, emiten berkode saham SAMF itu berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp117,87 miliar.

Direktur Utama Saraswanti Yahya Taufik mengatakan bahwa sisa laba bersih tahun berjalan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020 akan dicatat sebagai laba ditahan.

"Kami akan menyimpan sisa laba bersih sebagai laba ditahan," ujar Yahya dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin.

Memasuki 2021, Saraswanti optimistis mampu mendongkrak pendapatan dan laba bersih. Sejumlah faktor memungkinkan optimisme sekalipun di tengah pandemi COVID-19.

"Walau di tengah pandemi COVID-19, kami optimis mampu meningkatkan pendapatan. Kenaikan harga CPO dan meningkatnya kapasitas produksi perseroan, menjadi dua faktor yang membuat kami optimis," kata Yahya.

Sementara itu, selain menetapkan penggunaan laba bersih, pada pelaksanaan RUPST kali ini, Saraswanti juga menetapkan beberapa agenda acara lainnya, yaitu membahas persetujuan atas Laporan Tahunan Direksi, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan pengesahan neraca serta laporan laba rugi Saraswanti untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Perseroan juga menunjuk Kantor Akuntan Publik untuk melaksanakan audit atas laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2021, penentuan penetapan gaji atau honorarium serta tunjangan lainnya bagi anggota direksi dan dewan komisaris, dan persetujuan atas perubahan anggaran dasar perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020.

Baca juga: Produsen pupuk Saraswanti berencana bagi dividen
Baca juga: Antisipasi La Nina, produsen pupuk beri pendampingan ke petani sawit
Baca juga: Produsen pupuk siap jaga produksi untuk ketahanan pangan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel