Produsen Semen Merah Putih Incar Dana Rp 1,16 Triliun dari IPO

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Cemindo Gemilang Tbk, produsen semen merah putih menetapkan harga saham perdana Rp 680 per saham dalam rangka penawaran umum public atau initial public offering (IPO). Penetapan harga saham perdana itu berada di batas bawah dari harga IPO yang ditawarkan di kisaran Rp 600-Rp 800 per saham.

Dalam IPO tersebut, PT Cemindo Gemilang Tbk juga menawarkan saham perdana sebesar 1.718.800.000 atau 1,71 miliar saham dengan nilai nominal Rp 500. Jumlah saham yang ditawarkan itu sebesar 10,04 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Harga saham perdana yang ditawarkan Rp 680 per saham. Dengan demikian, total perolehan dana IPO sebesar Rp 1,16 triliun.Demikian mengutip dari prospektus perseroan yang diunggah di e-ipo.co.id, Jumat (3/9/2021).

Selain itu, perseroan juga akan mengalokasi saham sebanyak-banyaknya sebesar 1,29 persen dari modal ditempatkan dan disetor penih untuk program alokasi saham kepada manajemen dan karyawan perseroan atau program management and employee stock option program (MESOP) sebanyak-banyaknya 224.000.000 atau 224 juta saham.

Dana hasil IPO antara lain sekitar 58 persen untuk modal kerja antara lain pembayaran utang usaha, pembayaran utang lain-lain dan pembayaran uang muka dari pelanggan. Lalu sekitar 17 persen untuk pembayaran atas sebagian pokok utang dari pinjaman sindikasi antara lain BNI, BRI, LPEI, dan Bank Permata. Sekitar 11 persen untuk pembayaran utang kepada Sinoma International Engineering Co Ltd.

Selanjutnya sekitar 8 persen untuk belanja modal, 6 persen untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Sinoma Engineering Indonesia.

Dalam rangka IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan penjamin emisi efek yaitu PT UBS Sekuritas Indonesia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jadwal IPO

Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jadwal IPO antara lain tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 31 Agustus 2021, masa penawaran umum perdana saham pada 2-6 September, penjatahan pada 6 September 2021. Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 7 September 2021, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 September 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel