Produsen Susu Bendera akan tambah investasi Rp4 triliun mulai 2021

Subagyo
·Bacaan 2 menit

Produsen Susu Bendera FrieslandCampina dipastikan akan menambah investasinya di Indonesia senilai Rp4 triliun yang rencananya akan mulai direalisasikan awal tahun 2021.

Komitmen tersebut jadi buah kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ke Amsterdam, Belanda, pada Rabu (18/).

"Saya berterima kasih atas minat investasi dari FrieslandCampina ini. Kami siap menjemput bola. Kami juga telah sepakat bahwa Friesland akan memenuhi tiga syarat yang telah diajukan oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah juga menawarkan lahan gratis selama lima tahun untuk pendirian pabrik di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah," kata Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Tiga persyaratan yang diajukan oleh Pemerintah Indonesia, yaitu melibatkan perusahaan lokal dalam proses konstruksi pabrik baru; melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rantai pasok; serta melibatkan pengusaha lokal dalam kegiatan usaha logistik perusahaan.


Baca juga: Sosialisasikan UU Cipta Kerja, Bahlil temui investor global Belanda

Meski awalnya tampak cukup terkejut dengan syarat investasi yang diajukan pemerintah, CEO FrieslandCampina Hein Schumacher menyatakan siap menyanggupinya.

Di sisi lain pimpinan FrieslandCampina sedunia itu sangat mengapresiasi fasilitas insentif fiskal yang diputuskan dengan sigap oleh Kepala BKPM, baik tax holiday maupun tax allowance.

"Saya tidak menyangka keputusan Kepala BKPM ini sangat cepat. Memang Indonesia sudah banyak berubah, pemerintah telah melakukan reformasi di berbagai bidang. Di tengah pandemi COVID-19, BKPM tetap sigap membantu kami. Saya akan segera sampaikan kesepakatan investasi ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada bulan Desember 2020," ujar Schumacher.


Baca juga: Pengusaha Belanda siap tanamkan investasi di Surabaya

Rencananya FrieslandCampina melalui perusahaannya di Indonesia, Frisian Flag Indonesia akan kembali berinvestasi senilai 220 juta euro hingga 270 juta euro atau Rp3,7 triliun hingga Rp4,5 triliun di Indonesia. Perusahaan akan bergerak di bidang usaha industri susu segar, krim, susu kental manis serta turunannya.

Pertemuan dengan FrieslandCampina itu merupakan bagian dari rangkaian agenda pertemuan Kepala BKPM dengan empat Chief Executive Officer (CEO) perusahaan multinasional (MNC) atau korporasi global yang bergerak di berbagai sektor industri di Amsterdam, Belanda.

Royal FrieslandCampina N.V. adalah sebuah koperasi multinasional yang berbasis di Amersfoort, Belanda, dan memiliki cabang di 36 negara, serta mempekerjakan sekitar 24.000 karyawan.

Omzet tahunan perusahaan berjumlah 11,6 miliar euro pada tahun 2018. Sedangkan di Indonesia, FrieslandCampina telah hadir selama hampir 100 tahun dan telah menjadi merek susu paling ikonik di Indonesia yang dikenal sebagai Frisian Flag atau Susu Bendera. Perusahaan memiliki dua fasilitas produksi yaitu di Pasar Rebo dan Ciracas, Jakarta Timur.


Baca juga: RI-Belanda genjot kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata

Baca juga: 130 investor Belanda bidik peluang investasi di Indonesia