Produsen Susu Olahan Kebanjiran Permintaan Selama PPKM Darurat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali telah berlangsung lebih dari sepekan. Regulasi ini dikeluarkan seiring dengan melonjaknya kasus positif Covid-19 pada akhir bulan lalu.

Aturan tersebut tidak selalu berdampak negatif. Beberapa pedagang atau produsen makanan dan minuman tetap bisa untung lewat inovasi dari produk yang dikembangkan, khususnya yang berhubungan dengan peningkatan imunitas.

Salah satu pendiri olahan susu sapi Sukondang , Helmi Shemi mengaku permintaan masyarakat untuk konsumsi susu meningkat. Biasanya dalam seminggu hanya memproduksi 100 liter, kini naik hingga 150 liter.

"Penjualan Sukondang stabil tiap minggu 100 liter. Dua minggu terakhir justru meningkat dengan permintaan mencapai 120-150 liter (per minggu)," kata Shemi saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (12/7).

Omset penjualan saat ini mencapai Rp 8 juta sampai 10 juta per bulan. Meningkat drastis dari beberapa bulan sejak produk susu pasteurisasi diluncurkan.

"Kalau dibanding saat awal beroperasi itu mungkin cuma Rp 1,2 juta per bulan. Sekarang bisa Rp 8 juta - Rp 10 juta per bulan," kata dia.

Selama PPKM Darurat ini, Shemi mengaku sempat was-was karena pemerintah kembali memperketat beberapa wilayah menuju Jakarta. Dia khawatir tidak bisa mengirimkan susu ke para pelanggan karena proses pengolahan susu di Jalan Winong Dalam, Ciledug, Tangerang. Sementara para pelangganya banyak yang dari luar Ciledug.

"Tidak ada hambatan meski sempat was-was (karena penyekatan)," kata dia.

Untungnya, lanjut dia pemerintah sudah menjamin untuk sektor esensial dan krusial seperti makanan dan minuman tetap bisa beroperasi. Sehingga proses pengiriman susu bisa setiap minggu tetap berjalan lancar meski ada penyekatan.

"Susu kami antar mulai Minggu dan Senin menggunakan kurir pribadi dan salah satu jasa pengiriman online," kata dia.

Shemi mengatakan susu merk Sukondang memiliki 8 varian rasa. Varian almond, full cream dan stroberi menjadi yang paling dicari pelanggannya beberapa waktu terakhir.

"Almond tetap peringkat satu dengan penjualan hampir 25 persen dibanding rasa lainnya," kata dia.

Rasa Susu yang Diminati

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Wichy
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Wichy

Para pelanggannya menyebut varian almond Sukondang memiliki rasa yang khas. Shemi menilai varian ini dicari kemungkinan karena belum banyak di pasar yang menjual susu rasa almond.

Selain itu, Shemi menyebut beberapa pelanggan sempat ada yang mengkonsumsi susu pasteurisasi ini saat terinfeksi Covid-19. Berkat mengkonsumsi susu ini, proses penyembuhan bisa menjadi lebih cepat dari pasien pada umumnya.

"Klaim temen gue yang pernah kena covid, karena mereka minum Sukondang ini pulihnya lebih cepat. Ada yang 2 minggu, ada yg cuma 1 minggu udah fit," kata dia.

Dia menambahkan, pada dasarnya karena susu Sukondang diolah secara pasteurisasi, masih ada bakteri baik yang ada dalam susu. Berbeda sama UHT yang bakterinya hilang semua.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel