Produsen urungkan status khusus obat COVID-19

Washington (AP) - Karena menghadapi kritik dari publik, perusahaan pembuat obat yang berpotensi menghilangkan penyakit akibat virus corona mengatakan, Rabu (25/3), pihaknya akan mengurungkan penunjukan aturan khusus, yang bisa mengizinkannya menghadang kompetisi serta meningkatkan keuntungan dari perawatan.

Perusahaan tersebut, Gilead Sciences, mengatakan akan meminta badan pengatur AS untuk mencabut status yang disebut dengan orphan drug, yang diterimanya atas obat uji coba remdesivir buatannya. Status tersebut akan memberi perusahaan hak mendapatkan keuntungan finansial dan pemasaran eksklusif untuk perawatan penyakit langka.

Badan Pengatur Makanan dan Obat-obatan mengabulkan permintaan perusahaan soal penunjukan itu pada Senin atas pertimbangan bahwa COVID-19 memenuhi syarat sebagai penyakit langka berdasarkan aturan AS karena kurang dari 200.000 penduduk Amerika terinfeksi.

Tetapi para ahli dan pembela kepentingan publik mengecam Gilead karena berusaha mengantongi status itu.

Gilead mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu sore bahwa perusahaan telah meminta FDA membatalkan penunjukan orphan drug tersebut. Gilead juga mengatakan perusahaan "melihat ada kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak yang ditimbulkan oleh wabah COVID-19."

Saat ini, tidak ada obat, vaksin, atau perawatan khusus untuk virus corona yang disetujui FDA. Beberapa obat yang ada dan obat percobaan sedang dipelajari. Vaksin juga sedang dikembangkan.

Remdesivir, yang pada awalnya dikembangkan sebagai obat untuk Ebola, sedang diuji dalam setidaknya lima percobaan.

Obat itu memerangi reproduksi virus dan telah memberikan beberapa harapan dalam penelitian laboratorium dan hewan terhadap virus corona lain penyebab penyakit serupa, MERS dan SARS.

Obat tersebut sejauh ini sudah diterapkan pada ratusan pasien COVID-19. Namun sebelum disetujui, penelitian ketat masih diperlukan untuk menentukan apakah obat itu memang manjur.

Kongres menciptakan program orphan drug itu lebih dari 35 tahun yang lalu guna mendorong perusahaan mengembangkan obat untuk penyakit dan kondisi khusus. Sejak itu, pengajuan untuk program tersebut menjadi taktik standar industri.

Berdasarkan aturan FDA, produsen orphan drug mendapat hak pemasaran eksklusif selama tujuh tahun dan kredit pajak atas biaya penelitian dan pengembangan yang mereka jalankan.

Bagi kebanyakan orang, virus corona baru hanya menimbulkan gejala ringan atau sedang, seperti demam dan batuk yang bisa hilang dalam dua sampai tiga minggu.

Tapi bagi sebagian lainnya, terutama kalangan manula dan orang-orang yang sudah punya masalah kesehatan, virus tersebut bisa menyebabkan penyakit yang lebih parah, termasuk pneumonia.