Produseri Film di 2021, Girry Pratama Belum Puas, Kenapa?

Ichsan Suhendra
·Bacaan 2 menit

VIVAGirry Pratama pernah memproduseri beberapa film layar lebar, diantaranya Kain Kafan Hitam dan Mangga Muda. Di 2021, Girry kembali memproduseri film berjudul The Other Side.

Film itu diangkat dari novel di Wattpad dan telah dibaca lebih dari 18 juta kali. The Other Side dibintangi Davina Karamoy, Pamela Bowie, Amel Carla, Sandy Pradana, Rizky Fachrel, Bryan Andrew, Cathy Fakandi, Emyr, Syakir Daulay. Ada juga pemain senior yang bergabung, yakni Marcelino Lefrantd, Cut Mini dan Wulan Guritno.

Namun sang produser, Girry Pratama mengaku belum puas. Mengapa demikian? Baca artikel ini selanjutnya.

Film yang diproduserinya mendapat banyak bintang muda dan senior ternama. Belum lagi cerita yang sudah dikenal banyak orang. Lantas mengapa Girry masih belum puas?

"Kalau ditanya puas, pasti belum puas, banyak hal yang harus saya coba. Banyak hal yang harus saya kembangkan. Banyak hal juga yang masih menjadi mimpi saya. Sampai sekarang saya masih menuju ke sana," katanya saat ditemui baru-baru ini di kawasan Kemang, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Girry merasa masih harus banyak belajar dari dunia ini. Ia juga ingin menghasilkan karya yang tidak hanya dinikmati di Indonesia saja. Untuk itu, Girry tidak mudah menyerah.

"Dari seni saya belajar bagaimana caranya berbaur dengan orang banyak, dari seni juga saya mengenal kata keindahan karena semua yang dilakukan seniman itu indah kalau kita bisa melihat dari kacamata seni," ujarnya.

Sayangnya, Girry merasa industri yang kini digeluti tersebut merasa ada ketimpangan. Ia menilai industri film ada monopoli sehingga tidak semua orang punya kesempatan yang sama.

"Banyaknya monopoli perfilman sehingga kita enggak bisa punya hak yang sama dalam produksi, tapi gapapa saya masih berusaha untuk melakukan yang terbaik hasil enggak bakal ketutupan dengan orang orang yang suka manfaaatin orang lain," katanya.

Girry menuturkan pihak-pihak yang tak bertanggung jawab itu tak menyadari betapa sulitnya berjuang di industri tersebut. Ia juga ingin kembali berpolitik untuk membantu menghilangkan hal tersebut.

"Ya banyak yang ngambil keuntungan di dunia perfilman Indonesia, tapi mereka enggak tau gimana kita berjuang buat Indonesia. Tunggu ya saya di Senayan," ujarnya.