Prof Masyur Ramly Khatib Idul Fitri di Australia

Laporan Wartawan Tribun Timur / Ilham

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR,-Mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Mansyur Ramly dijawalkan membawakan khutbah sekaligud imam salat idul fitri di Canberra, Australia, Minggu (19/8/2012).

"Saya diundang oleh PHBI Kedubes RI di Canberra sebagai Imam dan khatib Idul Fitri 1433 H. Semula saya ditelepon oleh salah seorang staf KBRI menanyakan kesediaan saya menjadi Imam dan khatib, lalu saya iyakan," kata Mansyur yang juga manta calon wakil gubernur pasangan Amin Syam ini kepada Tribun Timur via telepon selularnya, Makassar, Rabu (8/8/2012)

Sebelumnya, menurut Ketua Makrifat Pengurus Pusat (PP) Nahdlatul Ulama (NU) ini sudah mendapat tawaran khatib idul fitri di beberapa masjid di Makassar, Palembang dan Aceh.

"Tapi belum saya iyakan karena masih mikir-mikir di mana sebaiknya saya lebaran. Alhamdulillah karena saya juga bisa hadiri wisuda putra saya di UNSW Sidney pada tanggal 20 Agustus. Kemungkinan lebaran di Canberra pd 18-19 Agustus. Jadi saya bisa hadiri kedua acara tersebut, sekalipun kotanya cukup berjauhan sekitar 3,5 jam via darat," Dewan Pembina Yayasan Wakaf UMI ini menambahkan.

Serangkaian agenda khutbahnya itu, Mansyur juga berencana bertemu dengan Pimpinan UNSW untuk menindaklanjuti rencana kerjasama dengan UMI. Pada akhir tahun lalu saya juga ke Australia, termasuk Canberra, dan bertemu dengan beberapa staf di KBRI serta masyarakat muslim.

"Pada tahun 2009 saya juga ke Brisbane dan beberapa kota lainnya dan mahasiwa muslim di sana meminta saya untuk ceramah di beberapa tempat tentang Islam," uja Mansyur

Mansyur akan membawakan khutbah berjudul Puasa Meningkatkan Pengendalian terhadap Hawa Nafsu menuju Annafsul Muth'mainnah. "Topik ini saya pilih karena banyak sekali persoalan bangsa kita termasuk di Australia terjadi karena dorongan hawa nafsu. Korupsi, konflik antar masyarakat, tawuran karena nafsu yang tak terkendali. Penyebab utama kebinasaan dan kehinaan manusia karena nafsu, bisa nafsu kekuasaan, nafsu kekayaan, nafsu ketenaran (riya), nafsu politik, nafsu sexual, nafsu kedengkian, nafsu titel dan lain-lain," tuturnya.

Salah satu sasaran puasa atau menekan nafsu jasmani dan meningkatkan kekuatan rohani. Jadi berharap dengan puasa kita berhijrah dari Annafsul ammarah menjadi annafsul muthma'innah yang jiwanya tenang dan dijanjikan masuk surga dg ridha Allah karena puncak kebahagiaan manusia atau ketika memperoleh ridha dari Allah SWT.

Orang yang terkendali nafsunya dan brjalan sesuai tuntunan Al-Qur'an pasti berhasil. Orang seperti inilah yang kita harap memimpin Indonesia Jaya. (Ilo)

Baca Juga :

  • PDAM Targetkan 6 Ribu Pelanggan Baru Tahun Ini 13 menit lalu
  • Pemilihan Calon Gubernur Sulsel
    KPU Sulsel Terima Dukungan Calon Independen Pilgub 22 menit lalu
  • Hakim Tolak Pembelaan Terdakwa Korupsi Mesin 34 menit lalu
  • Pemilihan Calon Gubenur Sulsel
    Rudiyanto Ogah Maju Cagub Perseorangan 40 menit lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.