Prof Nidom: Saya Dengar Turki Pesan 5,2 Juta Dosis Vaksin Nusantara

·Bacaan 2 menit

VIVAVaksin Nusantra ciptaan mantan menteri kesehatan Letjen (Purn) TNI Terawan Agus Putranto ternyata dilirik oleh negara luar. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular UNAIR (Universitas Airlangga) Prof drh Chairul Anwar Nidom dalam obrolan di youtube channel Siti Fadilah Supari.

"Saya dengar katanya Turki sudah memesan sebanyak 5,2 juta dosis," ujar Nidom dalam diskusi di youtube itu seperti dikutip VIVA, Kamis 26 Agustus 2021.

Awal perbincangannya mengenai vaksin nusantara, Prof Nidom mengaku bangga dengan Terawan yang telah membuat vaksin berbasis sel dendritik itu. Bahkan Prof Nidom tidak menyangka jika Terawan bisa membelokkan sel dendritik untuk kekebalan imun hadapi virus covid-19.

"Saya terus terang salut dengan Pak Terawan yang mencetuskan ide itu. Karena Pak Terawan membelokkan dendritik sel yang untuk kanker digunakan untuk infeksi virus. Hebat bener," kata dia.

Prof Nidom juga sempat menanyakan kepada Siti Fadilah apakah sudah divaksin atau belum. Mantan menkes itu mengaku sudah divaksin dengan vaksin nusantara ciptaan Terawan. Siti Fadilah bahkan dirinya mengaku tidak merasakan KIPI usai disuntik vaksin tersebut. Malahan tubuhnya menjadi bugar.

"Saya ditanya sama Pak Terawan, gimana rasanya usai disuntik vaksin nusantara? saya jawab, rasanya enak. Badan saya jadi bugar lagi, yang sakit-sakit jadi sembuh. Tadinya saya enggak bisa naik tangga ke atas, setelah divaksin kok ya bisa ke atas," kata dia.

Siti Fadilah diketahui menjadi salah satu relawan vaksin nusantara ciptaan dokter Terawan. Selain dia, ada juga deretan pejabat yang disuntik, dari Aburizal Bakrie, AM Hendropriyono, Gatot Nurmantyo hingga yang terbaru yakni Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Moeldoko mendapatkan vaksin yang langsung disuntikkan oleh Terawan Agus Putranto, mantan Menteri Kesehatan.

"Hari ini, saya menerima suntikan vaksin Nusantara untuk mencegah penularan COVID-19 dari Letjend (Purn) Terawan Agus Putranto di RSPAD Gatot Soebroto," kata Moeldoko seperti dikutip dari akun Instagram miliknya, Jumat 30 Juli 2021.

Moeldoko pun menjelaskan, vaksin ini menggunakan metode dendritik. Terlihat lengan tangan Moeldoko yang disuntikkan vaksin. Dan Moeldoko menyebut, vaksin ini adalah inovasi dari anak bangsa yang patutnya didukung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel