Profesor BRIN: Wajar Indonesia Sering Gempa, Tidak Wajar Kalau Tak Memitigasi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Profesor Riset bidang Geologi Gempa dan Kebencanaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Danny Hilman menilai, bencana gempa yang kerap terjadi di Indonesia adalah sebuah kewajaran. Karena, Indonesia berada dalam cinci api.

"Indonesia adalah negeri pada cincin api, lebih tepatnya mahkota. Termasuk paling aktif, jadi suatu kewajaran kalau di Indonesia sering terjadi bencana geologi, seperti gempa, gunung api, gerakan tanah atau juga karena hujan curah yang tinggi karena kita juga negara tropis," kata Danny dalam webinar Prof Talk, bertema Refleksi Akhir Tahun: Membaca Secara Ilmiah Kebencanaan 2021 di Indonesia, disiarkan daring, Senin (27/12/2021).

Danny menambahkan, hal tidak wajar adalah saat mengetahui fakta tersebut dan tidak berusaha mencari mitigasi bencana yang tepat. Sebab, seiring perkembangan populasi, infrastruktur yang juga bertambah maka efek dari bencana juga akan berisiko

"Tidak wajar kalau tidak memitigasi, karena risiko semakin tinggi dan semakin riskan," ucap Danny.

Peneliti Tak Banyak Bertambah

Danny menyayangkan, peneliti seperti dirinya tidak bertambah lebih banyak dalam 10 tahun terakhir. Padahal, Indonesia memiliki objek penelitian yang luas untuk membantu memitigasi bencana.

"Peneliti dalam 10 tahun terakhir tidak bertambah lebih banyak, (padahal) ada 150 gunung api di Indonesia, Indonesia juga yang berada di 3 lempeng wilayah lempeng yang bergerak cepat. Lempeng India Australia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Australian. Kemudian juga banyak sesar-sesar yang di Jawa yang (harus) diteliti," tandas Danny Hilman.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel