Profesor di Jepang Bikin TV yang Bisa Dijilat Pengguna untuk Mencicipi Rasa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, seorang profesor di Jepang mengembangkan prototipe layar TV yang dapat dijilat dan meniru berbagai rasa makanan.

Adalah profesor Homei Miyashita dari Meiji University yang sedang mengembangkan layar TV ini. Dia mengatakan, perangkat buatannya bisa membantu juru masak yang ingin berlatih dari jarak jauh.

Mengutip Reuters via Tech Times, Minggu (26/12/2021), bilamana layar TV yang dapat dijilat ini dibuat dan dijual secara komersial maka harganya USD 875 atau sekitar Rp 12 jutaan.

Diberi nama Taste-the-TV, prototipe layar TV ini memiliki panel higienis yang disemprotkan dengan sepuluh tabung dan digulung di atas layar TV untuk dijilat oleh penggunanya.

Miyashita mengatakan, tujuannya membuat layar TV ini adalah untuk memungkinkan orang mengalami sesuatu yang mirip dengan makan di restoran mana pun di dunia meskipun mereka berada di rumah.

Dia juga menjelaskan, saat ini sudah ada beberapa produsen menawarinya untuk menambahkan aplikasi lain dari teknologi di layar TV tersebut, seperti menambahkan lebih banyak rasa.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jadi Solusi Saat Pandemi?

Profesor Miyashita membayangkan sebuah dunia di mana orang dapat mengunduh konten yang dapat mereka cicipi. Di masa pandemi, jenis teknologi ini dapat meningkatkan cara orang terhubung dengan orang lain.

Akan tetapi beberapa juga bertanya-tanya apakah di tengah pandemi Covid-19 ini, peluncuran Taste-the-TV tidak akan mendapatkan sambutan yang diinginkan.

Sebelumnya, Miyashita dan murid-muridnya telah membuat perangkat berkemampuan untuk mencicipi rasa. Salah satunya termasuk garpu yang membuat makanan terasa lebih enak dan lebih kaya, menurut BBC.

Ciptaan Miyashita dan Timnya

Sebelumnya, sekelompok ilmuwan Jepang telah menciptakan garpu elektronik mampu membuat rasa makanan lebih kaya dan membuat makanan apa pun terasa asin.

Ide itu pertama kali diumumkan dalam acara Computer Human Interaction Conference di Texas pada 2012 oleh Hiromi Nakamura, seorang peneliti di Universitas Meiji Tokyo.

Bersama dengan rekan penelitinya, mereka memasang kabel baterai 9V melalui sedotan yang ditempatkan dalam cangkir berisi limun.

Para sukarelawan dalam percobaan melaporkan, limun manis terasa lebih enak dan lebih lembut karena listrik dari garpu mereplikasi rasa garam.

(Ysl/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel