Profesor Harvard: Beberapa Umat Kristen Percaya Yesus Menikah

Washington (AFP/ANTARA) - Beberapa orang Kristen awal percaya bahwa Yesus sendiri menikah, ujar seorang profesor Harvard mengatakan kepada Kongres Internasional Studi Koptik ke-10, Harvard Gazette melaporkan pada Selasa.

Profesor Karen King, yang mengajar di Harvard Divinity School, mengumumkan adanya sebuah teks dalam bahasa Koptik kuno yang ditulis di papirus (tanaman air yang dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas pada zaman kuno) termasuk kata-kata: "Yesus berkata kepada mereka, istri saya."

"Tradisi Kristen sudah lama berpendapat bahwa Yesus tidak menikah, meskipun tidak ada bukti sejarah yang dapat diandalkan untuk mendukung klaim itu," katanya kepada kongres di Roma.

"Gospel baru ini tidak membuktikan bahwa Yesus pernah menikah, namun memberitahu kita bahwa seluruh pertanyaan ini hanya datang sebagai bagian dari perdebatan gencar tentang seksualitas dan perkawinan.

"Dari awal, orang Kristen tidak sependapat tentang apakah lebih baik tidak menikah, tapi setelah lebih dari satu abad setelah kematian Yesus baru mereka mulai mempertanyakan ulang status perkawinan Yesus untuk mendukung posisi mereka," tambahnya.

Referensi terhadap pasangan hidup di dunia bagi Kristus pasti tidak sejalan dengan apa yang banyak orang Kristen percaya, tetapi keyakinan umum tersebut tidak terdokumentasi, King menekankan.

"Keempat kata yang muncul di fragmen tersebut diterjemahkan menjadi 'Yesus berkata kepada mereka, istri saya,'" laporan itu melanjutkan.

Kata-kata, yang ditulis dalam bahasa Koptik, bahasa orang Kristen Mesir, berada pada sebuah fragmen papirus dengan besar sekitar 3,8 cm sampai 7,6 cm, katanya.

Sementara beberapa ahli setuju bahwa kata-kata di papirus coklat kekuningan itu autentik, namun, "penilaian akhir (keaslian) fragmen berdasar pada pemeriksaan oleh rekan-rekan dan pengujian lebih lanjut, terutama dari komposisi kimia dari tinta," menurut King.(yg/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.