Profesor peneliti robot berbasis perilaku dilantik jadi Rektor UMB

Profesor peneliti robot berbasis perilaku Prof Dr Andi Adriansyah MEng dilantik menjadi Rektor Universitas Mercu Buana (UMB)periode 2022 – 2026, di Jakarta, Kamis.

“Rektor dan Wakil Rektor terpilih diharapkan dapat berkolaborasi dengan seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kualitas dan mutu UMB. Mari kita bekerja untuk menjadikan UMB menjadi universitas yang lebih baik lagi,” ujar Ketua Pengurus Yayasan Menara Bhakti (YMB), Nurani Pujiastusi Dipl FM, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.

Prof Dr Andi Adriansyah dilantik menggantikan Plt Rektor Dr Harwikarya MT. Dr Harwikarya dilantik menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik UMB, bersama Rizki Briandana, M Comm PhD yang dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Non Akademik.

Hadir dalam pelantikan tersebut Anggota Dewan Pembina YMB, Rindangsari Kurniawati, MA, Sekretaris Pengurus YMB, Mohammad Irfan MM, serta jajaran Direktur, Dekan, Kaprodi dan para Kepala Biro di lingkungan Universitas Mercu Buana.

“Kolaborasi dan kerja sama ini bisa bukan saja membawa ke akreditasi Unggul tapi juga membawa kita ke pengakuan UMB menjadi universitas berkelas dunia,” kata Rektor UMB, Andi Adriansyah.

Sehari jelang pelantikan, UMB mendapatkan sertifikat Akreditasi Unggul (UMB) dari Badan Akreditas Nasional Pergurutan Tinggi (BAN PT).

Predikat tersebut didapatkan UMB berdasarkan Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT No 478/SK/BAN-PT/Ak KP/PT/VIII/2022 yang ditandatangani Direktur Dewan Eksekutif, Prof Ari Pubayanto.

“Tradisi mendapatkan reputasi dan prestasi menjadi bagian dari tradisi Universitas Mercu Buana. Tiada hari, minggu dan bulan tanpa prestasi, karena prestasi ini yang membawa reputasi UMB menjadi lebih tinggi di mata masyarakat. Tentunya ini menjadi harapan dan cita-cita dari pendiri UMB alharhum. H Probosutedjo,” kata Andi lagi.

Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Prof Nizam, mendorong agar kampus melakukan kolaborasi tidak hanya dengan sesama perguruan tinggi tetapi juga dengan industri dan juga masyarakat. Selain itu, dia juga mendorong kampus memberikan keleluasaan bagi mahasiswa mengikuti program Kampus Merdeka.