Profil Abdul Kahar Muzakkar yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh di Istana Negara, Jakarta. Enam tokoh tersebut dinilai sangat berjasa bagi bangsa Indonesia. 

Dari enam tokoh yang akan diberi gelar pahlawan nasional, di sana ada nama Kahar Muzakar. Siapa sosoknya dan peran penting apa yang telah diberikannya kepada NKRI?

Dia adalah anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). 

"Bukan karena rektor, tapi untuk Kahar Muzakkar bersama Maramis dan KH Masykur sebagai anggota BPUPKI/PPKI. Mereka tersisa yang belum dapat gelar pahlawan. Jasa mereka sangat besar," kata Wakil Ketua Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Negara Jimly Asshiddiqie saat dikonfirmasi Merdeka, Jumat (8/11/2019).

Sebelumnya pada 2018, Jokowi pernah memberikan gelar kepahlawanan kepada enam orang. Mereka adalah Abdurrahman Baswedan, IR H Pangeran Mohammad Noor, Agung Hajjah Andi Depu, Depati Amir, Kasman Singodimedjo, dan Brigjen KH Syam'un.

Berikut sosok Kahar Muzakar yang akan diberi gelar Pahlawan Nasional oleh Jokowi

Pergerakan

Pada awal 1950-an, Kahar Muzakar memimpin para bekas gerilyawan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dan mendirikan TII (Tentara Islam Indonesia), yang kemudian bergabung dengan Darul Islam (DI).

Di kemudian hari DI dikenal dengan nama DI/TII di Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Wafat

Pada 3 Februari 1965, melalui Operasi Tumpas yang dipimpin langsung oleh Jenderal M Jusuf, Kahar Muzakkar dinyatakan tertembak mati dalam pertempuran antara pasukan TNI dari satuan Divisi Siliwangi Kujang I 330 dan anggota pengawal Kahar Muzakkar di Lasolo.

Panglima Kodam Hasanuddin Kolonel M Jusuf mempersilakan warga yang ingin melihat jenazah Kahar Muzakkar. Dia memastikan yang tewas benar-benar adalah Kahar. Selain wajah, Kahar bisa dikenali lewat tiga ciri penting.

Pertama adalah tahi lalat, lalu gigi emas dan celana dalam yang dibordir dengan inisial KM. Dari informasi yang didapat Jusuf, Kahar tak mau memakai sembarang celana dalam kecuali yang dibordir oleh istri keempatnya.

Setelah warga melihat, Jenazah Kahar langsung dikubur di lokasi yang sangat dirahasiakan, tak seorang pun yang tahu lokasinya, termasuk keluarganya sendiri.

M Jusuf tak pernah mau menceritakan di mana jenazah Kahar dimakamkan. Rahasia ini terkubur saat M Jusuf yang kelak menjadi Panglima TNI meninggal tahun 2004.

 

Bernama Kecil La Domeng

Abdul Kahar Muzakkar atau Abdul Qahhar Mudzakkar lahir di Lanipa, Ponrang Selatan, Luwu, Sulawesi Selatan, Hindia Belanda pada tanggal 24 Maret 1921.

Wafat di Lasolo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Indonesia, 3 Februari 1965 pada umur 43 tahun.

Kahar Muzakkar kecil memiliki nama La Domeng. Muzakkar merupaan pendiri Tentara Islam Indonesia di Sulawesi dan salah satu wakil dalam Panitia Sembilan yang merumuskan pembukaan UUD 1945.

Saksikan video pilihan di bawah ini: