Profil AKBP Jerry Raymond Siagian, Polisi Dipecat Terlibat Kasus Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - AKBP Jerry Raymond Siagian dipecat tidak hormat oleh Polri. Dia terlibat dalam skenario bohong Ferdy Sambo dalam pembunuhan berencana Brigadir J.

Jerry dipecat dalam putusan sidang etik Polri. Jerry terbukti melanggar kode etik karena ketidakprofesionalan terkait penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

AKBP Jerry Raymon Siagian merupakan lulusan Akademi Kepolisan (Akpol) tahun 2001. Pria kelahiran tahun 1979 ini memiliki pengalaman di bidang reserse.

Dia pernah menjabat sebagai Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskimum) Polda Metro Jaya. Selama memegang jabatan tersebut, dia tercatat menangani berbagai kasus terkenal.

Di antaranya, kasus berita hoaks Ratna Sarumpaet pada tahun 2018. Serta turut menangani kasus anak penyanyi Nia Daniaty, Olivia Nathania, dalam kasus penipuan tahun 2019.

Kemudian pada 26 Juli 2021, berdasarkan Surat Telegram Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Nomor: ST/1507/VII/KEP/2021 mempromosikan AKBP Jerry Raymond Siagian menjadi Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya. Dia dipercaya orang nomor dua di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro.

Wadirkrimum Polda Metro menjadi jabatan terakhir Jerry di kepolisian. Sebab dia bersama 23 personel Polri lainnya dimutasi sebagai Yanma Polri pada 23 Agustus 2022 lalu. Hal ini buntut kasus pembunuhan Brigadir J yang diotaki mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Jerry telah menjalani sidang kode etik pada Jumat (9/9). Hasil sidang memutuskan mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya ini melakukan pelanggaran kode etik kategori berat akibat tidak profesional menjalankan tugasnya. Yakni ketika menindaklanjuti dua laporan polisi yang dibuat pihak Ferdy Sambo.

Laporan pertama terkait pelecehan seksual istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Kala itu, dugaan pelecehan diklaim Sambo cs sebagai penyebab terjadinya pembunuhan terhadap Brigadir J. Laporan kedua soal percobaan pembunuhan istri Ferdy Sambo.

Atas pelanggarannya tersebut, dia disangkakan Pasal 13 ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pembersihan Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 huruf p dan c. Kemudian Pasal 5 ayat 2, Pasal 10 ayat 1 huruf F Perpol Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik.

Reporter Magang: Michelle Kurniawan [rnd]