Profil Alvin Tehupeiory, Sprinter Maluku di Olimpiade Tokyo

·Bacaan 2 menit

VIVASprinter asal Maluku yang menjadi wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Alvin Tehupeiory, menghentikan langkahnya di babak pertama cabang olahraga atletik nomor lari sprint 100 meter.

Ia nyaris masuk ke tiga besar yang menjadi salah satu syarat ke semifinal dalam perlombaan yang berlangsung di Olympic Stadium, Tokyo pada Jumat, 30 Juni 2021 WIB. Kendati belum berhasil membawa pulang medali, ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari ajang kejuaraan kali ini.

“Yang pasti senang sekali bisa bertemu langsung dengan Elaine Thompson. Dan, jadi pengalaman berharga buat saya agar ke depan saya bisa tampil lebih baik,” ujar Alvin dalam siaran resmi NOC (Komite Olimpiade) Indonesia.

Sprinter yang mewakili Indonesia di Tokyo kali ini merupakan atlet asal Maluku yang lahir pada 5 April 1995. Prestasinya tersebut telah diraih sejak ia masih dalam kategori junior.

Salah satunya adalah pada tahun 2014 di mana ia berhasil memenangkan medali perunggu di Asian Junior Athletics Championships pada nomor 400 meter. Selain itu, ia juga sering ikut dalam berbagai kejuaraan sprinting di nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.

Perempuan berusia 26 tahun itu juga pernah memecahkan rekor nasional lari 200 meter dengan waktu 23,76 detik di Kejuaraan Nasional 2019 yang diadakan di Cibinong, Bogor.

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh Irene Truitje Joseph selama 20 tahun dengan waktu 23,86 detik. Dalam kejuaraan nasional tersebut, Alvin juga berhasil membawa pulang medali emas pada nomor 100 meter dengan waktu 11,64 detik.

Hingga saat ini, waktu tersebut masih menjadi catatan terbaik Alvin Tehupeiory. Di tahun yang sama, ia juga mengikuti ajang internasional SEA Games 2019 yang digelar di Filipina. Tetapi, ia belum bisa memberikan hasil terbaik.

Di Olimpiade Tokyo 2020, Alvin bersaing dengan pelari-pelari handal yang memiliki catatan waktu yang jauh di bawahnya, seperti pelari asal Amerika Serikat dan Jamaika.

Meski belum bisa membawa pulang medali untuk Indonesia di kejuaraan empat tahunan ini, pelari asal Maluku ini tentunya masih memiliki kesempatan lainnya di masa depan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel