Profil Aria Baron Eks Gitaris GIGI yang Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar Aria Baron eks gitaris GIGI meninggal dunia dengan cepat menyebar ke seantero negeri. Bagi rekan-rekan di industri musik, kabar Aria Baron meninggal dunia merupakan pukulan telak mengingat kondisinya yang sedang berjuang melawan Covid-19.

Sekitar dua pekan lalu, berita mengenai sakitnya Baron mengemuka di media. Kala itu Armand Maulana, vokalis band GIGI, mencarikan donor darah konvalesen untuk eks gitaris yang kini menjabat sebagai manajer grup band GIGI.

"Pengobatan untuk Mas Baron: plasma convalasi. Saat ini kami membutuhkan pendonor dengan syarat: Penyintas Covid, golongan B resus positif,” tulis Armand Maulana di Instagram, beberapa waktu lalu.

Setelah pengumuman ini dibuat, donor darah yang dibutuhkan Aria Baron mengalir, hingga akhirnya mencukupi. Bahkan kondisi pendiri GIGI dan /rif sempat membuat rekan-rekannya optimistis pria berusia 51 tahun itu bakal pulih. Berikut, profil Aria Baron yang dirangkum Liputan6.com, Selasa (29/6/2021).

Belajar Piano Klasik

Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)
Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)

Aria Baron Suprayogi yang merupakan mantan gitaris Gigi, lahir di Bandung pada 16 Januari 1970. Aria Baron diketahui belajar musik sejak usia dini. Awalnya, ia belajar piano klasik. Usia 12 tahun, ia memilih belajar gitar akustik.

Jadi Gitaris Terbaik

Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)
Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)

Ketika masih kelas 1 SMA, Aria Baron berguru pada musisi kawakan Donny Suhendra, Harry Roesli, dan Pra Budi Dharma. Prestasi ditorehkan Aria Baron muda. Ia mendapat gelar gitaris terbaik selama tiga tahun berturut-turut (1986-1988) dari ajang Light Music Contest Yamaha.

Membentuk /rif

Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)
Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)

Aria Baron turut andil dalam lahirnya band /rif. Bersama Andi (vokal), Iwan (bas), Abi (gitar), Ade (drum) dan Dwi (keyboard), ia membentuk grup musik yang diberi nama Badai Band. Band ini mengusung aliran rok alternatif.

Mendirikan GIGI

Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)
Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)

Setelah lulus kuliah, Baron pindah ke Jakarta, membentuk band GIGI bersama Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (gitar), Ronald Fristianto (drum), dan Thomas Ramdhan (bas).

Baron memperkuat dua album perdana GIGI yang berjudul Angan (1994) dan Dunia (1995). September 1995, Baron hengkang dari Gigi untuk meneruskan kuliah di Communication Arts, di New York Institute of Technology, Amerika Serikat.

Baron Band

Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)
Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)

Baron kembali menggagas sebuah band bernama NO! pada tahun 2000, kali ini dengan Eel (mantan drumer ADA Band), Adi Dharmawan dan basis Donny Suhendra. NO! Band tak bertahan lama dan berganti nama menjadi Baron Band, dengan perubahan formasi.

Digawangi Baron (gitar), Arry Safriadi (vokal), Adi Dharmawan (bas), Aksan Sjuman (additional drumer untuk album) mereka merilis album Baron Volume 01. Untuk keperluan manggung, Baron menggaet Krisna (kibor) dan Iyun (drum) - keduanya personel Discus.

Kembali ke GIGI sebagai Manajer

Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)
Aria Baron (https://www.instagram.com/p/B9GBsgQhhEE/)

Sempat tak terdengar kiprahnya, pada tahun 2008, Baron membentuk Baron's Soulmate bersama vokalis Ary dan drumer Jimmy. Mereka pun merilis album perdana Flying High pada Agustus 2008.

Maret 2016, Aria Baron kembali ke Gigi. Bukan sebagai personel atau gitaris, Aria Baron memperkuat tim manajemen. Namun ia menolak jika disebut sebagai manajer Gigi, karena ada tim yang bekerja untuk mengurus band ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel