Profil Bupati Karanganyar yang Namanya Ada di Amplop Bansos

·Bacaan 2 menit

VIVABupati Karanganyar, Juliyatmono, sedang menjadi perbincangan lantaran namanya dan nama istrinya yang juga anggota DPRD setempat, Siti Khomsiyah, tertulis di amplop yang berisikan bantuan sosial (bansos) tunai.

Diketahui, amplop berisikan uang senilai Rp 300 ribu itu diberikan oleh Pemkab Karanganyar, Jawa Tengah, kepada 840 orang pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Yang menarik perhatian banyak orang dari amplop tersebut adalah lantaran nama keduanya tertulis di amplop. Padahal, dana bansos bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Terkait kabar tersebut, Juliyatmono mengaku sudah menegur dinas terkait. Ia juga meminta maaf apabila dirinya sempat membuat gaduh.

“Saya tegur kepada dinas terkait yang membagikan amplop tersebut. Sudah diganti, dan saya juga minta maaf kalau sekiranya membuat gaduh di masa PPKM ini,” jelas Juliyatmono, Kamis, 22 Juli 2021.

Profil Bupati Karanganyar Juliyatmono

Juliyatmono merupakan Bupati Karanganyar yang sudah menjabat hingga dua periode, yakni periode 2013-2018 menggantikan Bupati terdahulu, Rina Iriani, dan periode 2018-2023. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar periode 2004-2009.

Namun, pada periode selanjutnya, jabatannya turun menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar periode 2009-2013.

Pria berusia 54 tahun itu lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada 29 Juli 1966. Juliyatmono mendapatkan gelar sarjananya di Universitas Muhammadiyah Surakarta pada tahun 1993.

Pada tahun 2008, ia melanjutkan pendidikannya ke tingkat S2 di STIE Mitra Indonesia Yogyakarta.

Selain menjabat sebagai Bupati Karanganyar, Juliyatmono juga aktif dan ikut serta dalam organisasi. Bahkan, sejak tahun 2004 silam hingga saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karanganyar.

Sebelumnya, ia juga terlibat dalam organisasi lainnya dan memegang jabatan sebagai Ketua di PDK Kosgoro Kabupaten Karanganyar pada tahun 2008-2013.

Juliyatmono juga aktif membagikan aktivitasnya di media sosial, beberapa di antaranya adalah Instagram, Twitter, dan Facebook dengan username @Juliyatmono.1.

Pada tahun 2019 silam, Juliyatmono sempat menuai kontroversi lantaran membeli mobil offroad jenis Jeep Wrangler Rubicon seharga Rp 1,9 miliar sebagai mobil dinas.

Namun, terkait kontroversi tersebut, Plt Kepala Badan Keuangan Kabupaten Karanganyar, Narimo, mengatakan bahwa Pemerintah menganggarkan Rp 2,1 miliar untuk membeli mobil dinas baru.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel