Profil dan Biodata Diego Maradona: Anak Emas Argentina

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kabar duka menghampiri sepakbola dunia. Salah satu legenda sepakbola dunia, Diego Maradona dikabarkan meninggal dunia, Rabu 25 November 2020. Legenda asal Argentina itu meninggal di usia 60 tahun karena terkena serangan jantung.

Saat masih berkarier, mantan pemain bernama lengkap Diego Armando Maradona Franco tersebut secara luas dianggap sebagai salah satu pemain sepakbola terhebat sepanjang masa dan oleh banyak orang sebagai yang terhebat yang pernah ada.

Mantan pemain kelahiran 30 Oktober 1960 ini dikenal dengan visi, passing, kontrol, dan dribling yang dikombinasikan dengan perawakan kecil (1,65 m) yang memungkinkannya bermanuver lebih baik daripada kebanyakan pemain lainnya.

Maradona sering menggiring bola melewati beberapa pemain lawan secara beruntun. Kehadiran dan kepemimpinannya di lapangan memiliki pengaruh besar pada kinerja umum timnya, meski kerap mendapat perlawanan sengit oleh lawan.

Selain kemampuan kreatifnya, ia juga memiliki kemampuan untuk mencetak gol dan dikenal sebagai spesialis tendangan bebas. Karena bakatnya yang terlihat sejak belia, Maradona diberi julukan "El Pibe de Oro" (Anak Emas). Nama yang melekat padanya sepanjang karirnya.

Maradona diketahui menjadi pemain pertama dalam sejarah sepakbola yang mencetak rekor transfer dunia dua kali. Pertama ketika ia ditransfer ke Barcelona dengan rekor dunia saat itu dengan nilai transfer £5 juta.

Yang kedua, ketika ia ditransfer ke Napoli dengan rekor transfer £6,9 juta. Meski pernah memperkuat sejumlah klub, namun Maradona paling terkenal dengan kariernya di Napoli dan Barcelona dimana dia memenangkan banyak trofi.

Karier Emas Maradona

Maradona memulai karier di klub lokal, Argentinos Juniors saat masih berusia 16 tahun. Lima tahun di sana (1976–1981), Maradona mencetak totalo 116 gol dari 167 laga. Dia lalu hijrah ke klub besar Boca Junior (1981-1982).

Tampil impresif bersama klub besar Argentina membuatnya diminati Barcelona. Maradona pun pindah ke Barcelona pada 1982. Dua musim di sana, Maradona mencetak 22 gol dari 36 pertandingan.

Pada 1984, Maradona hijrah ke Napoli. Nama Maradona melegenda di Napoli setelah membawa klub asal Italia Selatan itu juara Serie A. Selama tujuh musim di Napoli, Maradona total mencetak 81 gol dari 188 pertandingan.

Pemain kelahiran Buenos Aires itu kemudian melanjutkan kariernya di Sevilla (1992–1993) dan Newell's Old Boys (1993–1994), sebelum akhirnya dia mengakhiri karier emasnya di klub lokal Argentina Boca Juniors (1995–1997).

Sepanjang kariernya, Maradona tercatat meraih 9 trofi bergengsi di level klub. Di antaranya Copa del Rey 1983, Supercopa de Espana 1983, Serie A 1987 dan 1990. Coppa Italia 1987. UEFA Cup 1989 dan Supercoppa Italiana 1990.

Argentina Juara Dunia

Sebelum memperkuat Timnas Argentina Senior, Maradona sempat berkostum Argentina U-20 selama dua musim (1977-1979). Maradona yang berposisi second striker atau gelandang serang ini total mengantongi 15 caps dan menorehkan total delapan gol.

Di level junior, Maradona berhasil membawa Timnas Argentina U-20 juara Piala Dunia pada 1989. Puncak kegelimangan Maradona yaitu tatkala berhasil membawa Timnas Argentina senior menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Maradona sendiri tercatat tampil di empat edisi Piala Dunia bersama Timnas Argentina. Dimulai pada Piala Dunia 1982 di Spanyol. Piala Dunia terakhir yang diikuti Maradona adalah di Amerika Serikat pada tahun 1994.

Maradona total mengantongi 91 caps di Timnas Argentina senior dengan koleksi 34 gol selama 17 tahun (1977-1994). Beberapa gol di antaranya menjadi ikon. Salah satunya gol 'Tangan Tuhan' yang dia cetak ke gawang Inggris.

Usai memutuskan pensiun pada 1997, Maradona menjajal peruntungannya sebagai pelatih. Baik pelatih klub atau pelatih Timnas. Namun peruntungannya sebagai pelatih tidak bisa mengulangi suksesnya saat masih menjadi pemain.