Profil Dewi Yull Penyanyi Populer Era 1990-an yang Juga Cicit Seorang Pahlawan Nasional

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Nama Dewi Yull melejit pada era 1980 dan 1990-an. Ia dikenal sebagai penyanyi pop, pemain film serta sinetron.

Selain sebagai penyanyi solo, Dewi Yull juga kerap berduet dengan almarhum Broery Pesolima alias Broery Marantika. Sejumlah lagu duet Dewi dan Broery menjadi hit pada tahun 1990-an.

Belakangan ibunda Surya Sahetapy ini jarang tampil di panggung hiburan. Berikut profil Dewi Yull dirangkum Showbiz Liputan6.com, Kamis (21/10/2021).

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pahlawan

Konser Amal Peduli Sulteng (Nurwahyunan/Fimela.com)
Konser Amal Peduli Sulteng (Nurwahyunan/Fimela.com)

Pemilik nama lengkap Raden Ajeng Dewi Pudjiati ini lahir di Cirebon pada 10 Juni 1961. Saat ini, pemain film Penginapan Bu Broto berusia 60 tahun.

Dewi memiliki keturunan bangsawan dari Kesultanan Mangkunegaran Surakarta dan bangsawan Melayu Palembang. Dewi juga pernah mengungkap bahwa sang kakek buyut adalah Pahlawan Nasional, R.M Tirto Adhi Soerjo.

Tirto dijuluki Bapak Pers Nasional. Almarhum dikenal sebagai pendiri Medan Prijaji, koran pertama yang dikelola pribumi dengan uang dan perusahaan sendiri.

Lomba

Dewi Yull (Herman Zakharia/Liputan6.com)
Dewi Yull (Herman Zakharia/Liputan6.com)

Langkah Dewi di industri musik dimulai dengan mengikuti lomba nyanyi. Setelah menang di lomba tingkat provinsi Jawa Barat, ia melenggang ke lomba nyanyi tingkat nasional pada tahun 1977.

Dewi kala itu berada di posisi ke-4, di bawah Hetty Koes Endang, Melky Goeslaw/Diana Nasution dan Ira Puspita.

Film

Dewi Yull merupakan cucu dari dari R.M. Tirto Adhisoerjo yang merupakan Bapak Pers Indonesia. (Nurwahyunan/Bintang.com)
Dewi Yull merupakan cucu dari dari R.M. Tirto Adhisoerjo yang merupakan Bapak Pers Indonesia. (Nurwahyunan/Bintang.com)

Pada 1980 Dewi bermain film perdananya berjudul Gadis. Dalam film arahan sutradara Nya Abbas Akup, ia dipasangkan dengan Ray Sahetapy.

Pada 1985 dan 1987 ia menjadi nomine Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Festival Film Indonesia masing-masing untuk film Kembang Kertas dan Penyesalan Seumur Hidup.

Dewi juga bermain di sinetron Losmen dan Dr. Sartika yang tayang di TVRI.

Lagu

Konser amal jadi cara Dewi Yull menggalang dana ke Palu dan Donggala. (instagram/dewiyullofficial)
Konser amal jadi cara Dewi Yull menggalang dana ke Palu dan Donggala. (instagram/dewiyullofficial)

Era 1990 hingga awal 2000-an menjadi masa keemasan karier musik pemain film Cinta Laki-laki Biasa. Ia merilis lagu "Kau dan Aku Sama," "Kau Bukan Dirimu," dan "Kini Baru Kau Rasa" yang menjadi hit.

Album duetnya bersama Broery Marantika juga menuai sukses, yaitu Jangan Ada Dusta di Antara Kita, Rindu yang Terlarang hingga Kharisma Cinta.

Dewi pernah meraih empat piala Anugerah Musik Indonesia, yaitu Duo/Kolaborasi Pop Terbaik pada 1998 dan 2000 (bersama Broery) dan Penyanyi Pop Wanita Terbaik pada 2000 dan 2001.

Keluarga

Dewi Yull dan keluarga. (Instagram/@dewiyullofficial)
Dewi Yull dan keluarga. (Instagram/@dewiyullofficial)

Dewi Yull menikah dengan Ray Sahetapy pada 1981 dan dikaruniai empat orang anak yaitu (Almarhum) Gizca Puteri Agustina Sahetapy (1982 - 2010), Rama Putra (1991), Panji Surya (1993), Mohammad Raya Sahetapy (2001).

Pada 2004, Dewi dan Ray bercerai. Pada 2008, Dewi menikah lagi dengan Srikaton.

Anak ketiganya yang dikenal dengan nama Surya Sahetapy divonis tuli sejak lahir. Namun ia berhasil menyelesaikan pendidikan diploma di Institut Teknologi Rochester, New York dengan gelar Cum Laude pada 2019.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel