Profil Eng Hian, Sosok di Balik Perolehan Emas Ganda Putri

·Bacaan 2 menit

VIVA – Nama Eng Hian mendadak trending bersamaan dengan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu. Bagaimana tidak, ia adalah sosok di balik kesuksesan Greysia/Apriyani yang berhasil membawa pulang medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis di sektor ganda putri Olimpiade Tokyo 2020.

Dalam laga yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo itu, Greysia/Apriyani sukses mencetak sejarah untuk Indonesia. Keduanya berhasil menang dua gim langsung melawan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan asal China dengan perolehan skor 21-19, 21-15.

Di balik permainan apik keduanya, tentunya ada sosok pelatih yang membentuk dan mengantarkan kedua pemain tersebut menyabet medali emas, yakni sosok Eng Hian atau yang akrab dipanggil Didi.

Profil Eng Hian

Lahir pada 17 Mei 1977, Eng Hian merupakan seorang pemain bulu tangkis legendaris asal Solo, Indonesia. Sebelum menjadi pelatih, ia ikut serta dalam cabang bulu tangkis di nomor ganda putra.

Saat itu, ia berpasangan dengan Flandy Limpele. Keduanya pun sempat berlaga di Olimpiade Athena 2004. Namun sayangnya, pasangan ganda putra itu harus terhenti pada babak semifinal usai dikalahkan oleh wakil dari Korea Selatan, yakni Kim Dong Moon dan Ha Tae Kwon dengan skor 15-8, 15-2.

Meski sempat dibekuk oleh pemain asal Negeri Ginseng itu, mereka berhasil memenangkan pertandingan perebutan medali perunggu dan mengalahkan pasangan asal Denmark, Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen dengan hasil 15-13, 15-7.

Sebelumnya, pada tahun antara 2001 dan 2003, Eng Hian dan Flandy Limpele sempat pindah untuk bermain di Inggris. Kemudian, pada 1 Februari 2006, Eng Hian memutuskan untuk hengkang dari Pemusatan Latihan Nasional di Cipayung, Jakarta Timur.

Mulai Maret 2014 silam, ia dipercaya oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk melatih sektor ganda putri Pelatnas Cipayung.

Sebelum berhasil membawa Greysia/Apriyani ke Olimpiade Tokyo 2020 hingga menang di babak final, Eng Hian juga merupakan sosok di balik perolehan medali emas pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda di Asian Games 2014 yang saat itu digelar di Incheon, Korea Selatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel