Profil Gregoria Mariska Tunjung, Pebulutangkis yang Masuk 16 Besar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Atlet tunggal putri Indonesia di cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020, Gregoria Mariska Tunjung berhasil meraih hasil positif dan lolos ke babak 16 besar pada Rabu, 28 Juli 2021.

Gregoria menjadi tunggal putri Indonesia ketiga yang lolos ke babak 16 besar dalam lima edisi Olimpiade Tokyo 2020 terakhir. Tercatat, sebelumnya hanya dua tunggal putri yang berhasil masuk ke 16 besar.

Dalam pertandingan yang digelar di Musashino Sport Plaza, Tokyo itu, Gregoria berhasil mengalahkan wakil Belgia, Lianne Tan. Sebelumnya, pada 25 Juli 2021 itu juga sukses melawan wakil Myanmar, Thet Htar Thuzar.

Perempuan dengan nama lengkap Gregoria Mariska Tunjung Cahyaningsih itu merupakan salah satu pemain bulu tangkis tunggal putri asal Indonesia yang lahir di Wonogiri, Jawa Tengah pada 11 Agustus 1999. Saat ini, putri dari Gregorius Maryanto dan Fransiska Romana itu menginjak usia 21 tahun.

Ia adalah pemain Pelatnas Cipayung sejak 2013 bersama Hana Ramadhini dan Fitriani. Pada tahun 2017, Gregoria pernah mencetak sejarah sebagai juara tunggal putri di Kejuaraan Dunia Junior BWF yang digelar di Yogyakarta.

Sebelumnya, pada kejuaraan itu, Indonesia terakhir menang menjadi juara pada Kejuaraan Dunia BWF yang diadakan di Jakarta pada tahun 1992 silam atas nama Kristin Yunita.

Prestasi lain atlet yang berasal dari PB. Mutiara Cardinal itu diraihnya ketika dia memenangkan medali perak di Kejuaraan Asia Junior 2016 di Bangkok, Thailand dan medali perunggu di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam Olimpiade Tokyo 2020 tahun ini, Gregoria menjadi perwakilan Indonesia di cabang bulu tangkis di ajang olahraga internasional terbesar itu.

Berikut ini deretan prestasi membanggakan Gregoria Mariska Tunjung di berbagai kejuaraan bulu tangkis tingkat internasional.

  • Medali perunggu pada SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia melawan Sonia Cheah Su Ya asal Malaysia (2017).

  • Medali emas pada Kejuaraan Dunia Junior di Yogyakarta, Indonesia melawan Han Yue asal China (2017).

  • Medali perak pada Kejuaraan Asia Junior di Bangkok, Thailand melawan Chen Yufei asal China (2017).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel