Profil Iyus Djuher, Tersangka Korupsi Lahan Makam  

TEMPO.CO, Bogor -- Nama Iyus Djuher cukup populer di Kabupaten Bogor. Tersangka dugaan suap lahan kuburan di Tanjungsari ini mantan pejabat Pemkab Bogor. Ia pensiun sebagai pegawai negeri sipil karena mencalonkan diri sebagai Bupati Bogor periode 2003-2008. Jabatan terakhir Iyus adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Mansyursyah Abdullah, salah satu sahabat Iyus Djuher, mengatakan saat itu kepala daerah masih dipilih Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Iyus berpasangan dengan Ketua DPC PDI Perjuangan, Karyawan Faturachman, Wakil Bupati Bogor saat ini. (Lihat foto-foto Iyus Djuher)

Mantan pengusaha ini menceritakan, Iyus maju menjadi Calon Bupati Bogor karena disokong juniornya semasa aktif di KNPI Kabupaten Bogor, yakni Rachmat Yasin, kini Bupati Bogor. Rachmat kala itu masih menjabat Ketua Komisi C DPRD dan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bogor.

Dalam pemilihan Bupati tahun 2003, Mansyur yang Direktur CV Sigma Group mengatakan, ada tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati. Iyus Djuher-Karyawan Faturachman, Agus Utara Effendy (incumbent) - Albert Pribadie (Wakil Ketua DPRD), dan pasangan Endang Kosasih (Ketua DPRD/Ketua DPC PPP) - M. Harris (Sekdakot Depok).

"Agus Utara terpilih lagi untuk periode kedua. Suara Endang Kosasih berantakan karena banyak anggota Fraksi PPP yang belot ke Iyus Djuher. Waktu itu Rachmat Yasin dengan Iyus bagaikan setali uang. Sangat akrab sejak Rachmat masih aktivis," kata Mansyur kepada Tempo di Cibinong, Kamis, 18 April 2013.

Selepas gagal menjadi Bupati Bogor, Mansyur melanjutkan, Iyus ditarik Rachmat Yasin ke DPC PPP setelah Rachmat memenangkan Musyawarah Cabang tahun 2003. Endang Kosasih terdepak dari tampuk orang nomor satu PPP Kabupaten Bogor. Rachmat mendaulat Iyus Djuher sebagai Ketua Majelis Pakar PPP.

"Pemilu 2004 Iyus maju sebagai Caleg Dapil 5 Kabupaten Bogor dan Rachmat Yasin Dapil 4. Mereka terpilih menjadi anggota DPRD periode 2004-2009. Ketua DPRD-nya Rachmat Yasin," kata Mansyur. "Persahabatan Iyus-Rachmat berantakan menjelang Pilkada Bogor tahun 2008."

Waktu itu, cerita Mansyur, sebenarnya Iyus menginginkan jabatan Ketua DPRD. Namun, Rachmat bertahan karena jabatannya Ketua DPC PPP. Hubungan Iyus dengan Rachmat merenggang dan akhirnya Iyus mundur dari PPP. Iyus hijrah ke Partai Demokrat pada 2008.

Partai Demokrat mencalonkan Iyus Djuher sebagai calon Bupati Bogor berpasangan dengan Moch. Rusdi AS (Mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor). Sedangkan Rachmat Yasin menggandeng Karyawan Faturachman. Pasangan yang diusung PPP dengan PDIP memenangkan pemilihan.

Kalah di Pilkada, Iyus maju lagi di Pemilu 2009. Ia terpilih, tetapi tidak langsung jadi Ketua DPRD. Jabatan Ketua DPRD diduduki Iyus Djuher setelah menggeser koleganya Adjat Sudrajat, mantan pejabat Pemkab Bogor. "Pergantian Ketua Dewan bulan Mei 2012. Belum genap setahun jadi ketua," kata Mansyur yang pernah satu organisasi dengan Iyus ketika aktif di organisasi AMS dan AMPI.

Setelah menjadi Ketua DPRD, hubungan Iyus dengan Rachmat Yasin kembali harmonis. Keduanya sering tampil bersama di berbagai acara sebagai sesama unsur musyawarah pimpinan daerah. "Selama menjadi ketua, hubungan kami sebagai pimpinan dewan sangat baik," kata Wakil Ketua DPRD Bambang Gunawan.

Bambang enggan mengomentari kasus suap yang membelit Iyus Djuher. Ia menilai, apa yang dialami Ketua DPRD tersebut sebagai musibah. "Enggak baik mengomentarinya. Yang jelas Ketua orangnya baik."

ARIHTA U. SURBAKTI

Topik Terhangat:

Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

Berita Tentang Iyus Djuher lain:

Kronologi Penangkapan Staf Pemkab Bogor di Sentul

Iyus Djuher Dicopot sebagai Ketua DPRD Bogor

Ketua DPRD Bogor Dicokok KPK

Tersangka Suap Ketua DPRD Bogor Ditahan 20 Hari

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.