Profil Klub BRI Liga 1 2022 / 2023: Bali United, Juara Bertahan Kini Andalkan Pemain Kawakan

Bola.com, Malang - Bali United mengarungi BRI Liga 1 2022/2023 dengan status sebagai juara bertahan. Tim asal Pulau Dewata ini memiliki beban besar mempertahankan gelar juara tersebut, terutama karena perekrutan pemain yang sekarang dilakukan tidak semewah musim lalu.

Manajemen Bali United kali ini lebih banyak mendatangkan pemain yang bisa dibilang sudah melewati usia keemasan alias di atas 30 tahun, seperti Hendra Adi Bayauw, Ramdani Lestaluhu, Jajang Mulyana, dan beberapa nama lain.

Musim ini, dari 32 pemain yang dimiliki Bali United, ada 15 pemain berusia 30 tahun ke atas. Artinya hampir separuh pemain kawakan ada di skuad Serdadu Tridatu.

Tentu ini menjadi tantangan bagi pelatih Stefano Cugurra untuk mengarungi musim 2022/2023 bersama Bali United. Mampukah pelatih yang karib disapa Teco itu membuat para pemain sarat pengalaman itu bersinar lagi.

Gagal di Piala Presiden

Para pemain Bali United merayakan gol yang dicetak oleh Novri Setiawan (kedua dari kanan) saat babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Persib Bandung melawan Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (12/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Para pemain Bali United merayakan gol yang dicetak oleh Novri Setiawan (kedua dari kanan) saat babak penyisihan Grup C Piala Presiden 2022 antara Persib Bandung melawan Bali United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (12/06/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pada saat pramusim, Bali United gagal di Piala Presiden 2022. Bali United tersingkir di fase grup. Mereka kalah bersaing dengan Persib Bandung dan Bhayangkara FC di Grup C.

Padahal pada musim lalu, kedua tim tersebut bisa dikalahkan oleh Bali United dalam perebutan gelar juara BRI Liga 1 2021/2022.

Selain Piala Presiden 2022, Bali United juga tersingkir di fase grup Piala AFC. Padahal mereka berstatus sebagai tuan rumah. Tim pelatih beralasan jadwal yang padat menjadi penyebab kegagalan timnya dalam dua event tersebut.

Namun, ada kemungkinan banyaknya materi pemain dengan usia di atas 30 tahun membuat recovery mereka menjadi lebih lambat.

Lambat Panas

<p>Bali United - Ilustrasi Bali United (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Bali United - Ilustrasi Bali United (Bola.com/Adreanus Titus)

Namun, bukan berarti performa Bali United akan turun drastis pada musim ini. Mereka masih diperhitungkan, karena ada beberapa pemain yang bisa membuat permainan tim lebih bertenaga, seperti I Made Andhika, Kadek Agung, Irfan Jaya, dan masih banyak yang lain.

Hanya saja Bali United sepertinya memulai kompetisi seperti musim lalu, yakni lambat panas. Baru pada putaran kedua mereka tancap gas dan berhasil merebut puncak klasemen.

Pada awal musim, Teco masih mencari bentuk permainan terbaik dari timnya. Apalagi pada musim ini mereka kehilangan pemain kreatif, Stefano Lilipaly.

Beruntung ada pemain yang jadi pemain kunci pada musim lalu, Privat Mbarga dan Eber Bessa, yang memutuskan untuk bertahan. Begitu pun dengan striker tajam yang menjadi top scorer BRI Liga 1 musim lalu, Ilija Spasojevic.

Kini tinggal bagaimana Bali United menjaga kondisi dan konsistensi. Liga 1 akan kembali normal dengan sistem home and away, bukan lagi format series.

 

Pemain Bintang: Ilija Spasojevic

Penampilan Ilija Spasojevic dkk begitu solid di putaran kedua sehingga membantu mereka merebut puncak klasemen sejak pekan ke-27. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Penampilan Ilija Spasojevic dkk begitu solid di putaran kedua sehingga membantu mereka merebut puncak klasemen sejak pekan ke-27. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Striker berusia 34 tahun itu berhasil menjadi top scorer BRI Liga 1 musim lalu setelah mencetak 23 gol. Spaso menjadi tumpuan utama di lini depan Bali United. Jika pergerakannya dimatikan lawan, pemain Bali United seperti kebingungan harus mengarahkan bola.

Pemain kelahiran Montenegro yang sudah berstatus Warga Negara Indonesia itu sudah bergabung bersama Bali United sejak 2018. Grafik permainannya terus meningkat meski usianya tak lagi muda.

Musim lalu Spaso tidak pernah absen. Dia selalu menjadi starter dalam 34 pertandingan. Itu juga menjadi kali pertama selama berkarier di Indonesia. Sebelumnya, dia selalu absen baik karena gangguan cedera atau akumulasi kartu.

Pada musim ini, Spasojevic kehilangan Stefano Lilipaly sebagai tandemnya di sektor sayap. Namun, dia masih punya Eber Bessa dan Privat Mbarga yang banyak memberikan umpan matang kepadanya. Tinggal bagaimana Spaso menjaga insting golnya agar tetap tajam seperti musim lalu.

Pelatih: Stefano Cugurra

Tim asuhan Stefano Cugurra yang akrab disapa Teco ini unggul enam angka atas peringkat kedua, Persib Bandung yang harus puas menjadi runner-up dengan mengoleksi 69 poin. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Tim asuhan Stefano Cugurra yang akrab disapa Teco ini unggul enam angka atas peringkat kedua, Persib Bandung yang harus puas menjadi runner-up dengan mengoleksi 69 poin. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Karier pelatih asal Brasil ini sangat luar biasa. Teco membawa timnya menjadi juara Liga 1 dalam tiga edisi beruntun. Pertama, dia berhasil memberikan gelar juara Liga 1 2018 untuk Persija Jakarta. Setelah itu, pada musim 2019 dan 2021/2022 untuk Bali United. Ini jadi bukti Teco merupakan pelatih bertangan dingin.

Saat menangani Bali United, Teco membentuk tim dengan kedalaman skuad yang bagus, sehingga saat ada pemain inti yang absen, pemain pengganti tetap memiliki kualitas yang mumpuni.

Performa Bali United tetap stabil sepanjang musim. Teco membuat pertahanan yang kokoh, tapi tetap tajam di depan.

Perbedaannya, musim ini tantangannya menjadi lebih berat, karena dia banyak mendatangkan pemain tua. Jadi pengalaman dan mental bermain yang diandalkan.

Dari segi fisik, tentu tidak bisa lagi diutamakan. Tapi, Teco pasti punya alasan di balik keputusannya ini. Jika berhasil kembali jadi juara Liga 1, pelatih berusia 47 tahun itu membuktikan bisa memberikan kejayaan untuk klub meski dengan skuad yang sudah uzur.

Prediksi Bali United di BRI Liga 1 2022/2023

<p>Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra saat memantau anak asuhnya berlatih di Lapangan Gelora Samudera Kuta, Selasa (10/5/2022). (Maheswara Putra/Bola.com)</p>

Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra saat memantau anak asuhnya berlatih di Lapangan Gelora Samudera Kuta, Selasa (10/5/2022). (Maheswara Putra/Bola.com)

Bicara soal target, manajemen Bali United tentu ingin mempertahankan gelar juara BRI Liga 1. Namun, jika melihat banyak pesaing yang punya materi mentereng, sepertinya target itu menemui adangan berat.

Tim seperti Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta, hingga Arema FC jor-joran membentuk tim tangguh. Sementara Bali United agak berhemat di bursa transfer.

Meski begitu, tim berjulukan Serdadu Tridatu ini diprediksi tetap bersaing di papan atas, karena mereka masih punya pemain yang bisa diandalkan dan bermental juara, seperti Ilija Spasojevic, Eber Bessa, dan Irfan Jaya.

 

Data Tim

Bali United Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
Bali United Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Nama Klub: Bali United FC

Berdiri: 15 Februari 2015

Prestasi: Juara Shopee Liga 1 2019, Juara BRI Liga 1 2021/2022

Posisi Musim Lalu: Peringkat 1

Prediksi Posisi Musim Ini: Papan Atas

 

Skuad

Bali United - Ilija Spasojevic, Eber bessa (Bola.com/Lamya Dinata/Adreanus Titus)
Bali United - Ilija Spasojevic, Eber bessa (Bola.com/Lamya Dinata/Adreanus Titus)

 

Kiper: Nadeo Argawinata, M. Ridho, Rakasurya Handika, Komang Aryantara.

Belakang: Willian Pacheco, Haudi Abdillah, I Made Andhika, Komang Tri Arta, Jajang Mulyana, Gunawan Dwi Cahyo, Leonard Tupamahu, Ricky Fajrin, Ardi Idrus, Gede Agus

Tengah: Brwa Nouri, Ahmad Agung, Hariono, Rizky Pellu, Sidik Saimima, Fadil Sausu, Eber Bessa, Kadek Agung, Ramdani Lestaluhu, Yabes Roni, Novri Setiawan.

Depan: M. Rahmat, Irfan Jaya, Hendra Bayauw, Privat Mbarga, Ilija Spasojevic, Lerby Eliandry, Kadek Dimas.

Posisi Akhir Bali United di BRI Liga 1 2021/2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel