Profil Kurniawan Dwi Yulianto: Petualangan Baru Bersama Como di Italia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kurniawan Dwi Yulianto mendapat tantangan baru dalam kariernya. Legenda timnas Indonesia itu baru saja didapuk sebagai asisten pelatih klub Italia, Como.

Kabar tersebut terungkap saat Kurniawan meladeni wawancara dengan Akurasi TV di kanal Youtube. Kurniawan mengaku saat ini tengah mengurus visa untuk bekerja di Italia.

Sebelum bergabung dengan Como, Kurniawan akan diperbantukan di tim Garuda Select. Pasalnya, Garuda Select punya relasi dengan Como, yang kini bermain di Serie B tersebut.

Dunia kepelatihan sejatinya bukan hal baru bagi Kurniawan. Pengemas 33 gol bagi timnas Indonesia itu pernah melatih Sabah FC di Malaysia.

Kurniawan juga pernah menjabat sebagai asisten pelatih tim nasional Indonesia senior dan U-23. Pada 2019, Kurniawan ikut mengantarkan timnas Indonesia meraih medali perak di SEA Games.

Pemain Pengelana

Staf pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Jumat (02/11/2018). Latihan tersebut dalam rangka persiapan jelang laga Piala AFF 2018.  (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Staf pelatih Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, saat sesi latihan di Stadion Wibawa Mukti, Jawa Barat, Jumat (02/11/2018). Latihan tersebut dalam rangka persiapan jelang laga Piala AFF 2018. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sebelum terjun di dunia kepelatihan, Kurniawan terbilang striker berbahaya. Ia pernah menjadi top skor Liga Indonesia di musim 1997/98.

Kurniawan juga termasuk pemain pengelana. Menurut catatan wikipedia, striker berjuluk Si Kurus itu pernah membela 13 klub.

Dari 13 klub itu, Kurniawan menorehkan sejumlah prestasi. Ia antara lain menganar PSM Makassar juara Liga Indonesia 1999/2000, Persebaya Surabaya (2004), dan membawa Persisam juara Liga Primer Indonesia 2008/09.

Di level tim nasional, Kurniawan meraih Piala Kemerdkeaan (2000), runner up Piala AFF (2000, 2004), dan medali perak SEA Games (1997).

Bukan yang Pertama

Bagi Kurniawan, Italia pun bukan negeri asing. Ia pernah mencicipi program Primavera pada era 90an.

Setelah lulus dari Primavera, Kurniawan sempat bernaung di bawah panji klub Serie A, Sampdoria. Sayangnya, ia tidak bisa menembus skuat utama.

Kurniawan lalu mengadu nasib di Swiss bersama FC Luzern (1994/95). Di sana, ia tampil 12 kali dan mencetak tiga gol.

Kurniawan memutuskan pensiun menjadi pemain pada 2013. Kini, Si Kurus telah berusia 45 tahun dan siap menapaki petualangan baru di Como.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel