Profil Mantan Wapres Try Sutrisno, Cicil Rumah Dinas sampai 15 Tahun

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno tengah menjadi buah bibir. Usai pengakuannya tidak mempunyai uang setelah purna tugas di karir kemiliterannya.

Diketahui, sebelum menjabat wakil presiden ke-6 era Orde Baru, Try Sutrisno sempat menjabat sebagai Panglima ABRI periode 1988-1993.

Karir militer pria kelahiran 15 November 1935 ini terbilang moncer. Lahir dari ayahanda seorang sopir ambulans dan ibunda ibu rumah tangga, Try Sutrisno sempat putus sekolah.

Dikutip dari berbagai sumber, keputusan itu dibuat untuk membantu perekonomian keluarga. Try Sutrisno menjadi penjual rokok dan koran.

Saat usia 13 tahun, Try Sutrisno sempat menjadi 'intel' berselimut kurir. Ia ingin bergabung dengan Batalyon Poncowati dan melawan, namun tidak ada yang menganggapnya serius. Akhirnya, Try Sutrisno kecil dipekerjakan sebagai kurir.

Tugasnya, mencari informasi ke pelosok daerah yang diduduki tentara Belanda sambil mengambil obat-obatan untuk Angkatan Darat Indonesia.

Meski terbilang moncer. Try Sutrisno juga pernah menelan pil pahit kegagalan. Yakni, saat mendaftar ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Lulus ujian masuk, langkahnya terhenti saat pemeriksaan fisik.

Namun, dewi keberuntungan masih mengiringi langkahnya. Adalah Mayor Jenderal GPH Djatikusumo yang tertarik dengan Try Sutrisno remaja dan memanggilnya.

Akhirnya, try Sutrisno remaja bisa berpartisipasi dalam pemeriksaan psikologis di Bandung, Jawa Barat dan diterima gabung ATEKAD.

Karir Militer

-Tahun 1957
Berperang melawan pemberontakan PRRI, kelompok separatis di Sumatera.

-Tahun 1959
Lulus dari ATEKAD

-Tahun 1972
Try Sutrisno dikirim ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

-Tahun 1974
Terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Ini menjadi titik balik kehidupan Try Sutrisno. Soeharto begitu menyukai kinerjanya.

-Tahun 1978
Kepala Staf di Kodam XVI/Udayana

-Tahun 1979
Panglima Kodam IV/Sriwijaya

-Tahun 1982
Panglima Kodam V/Jaya dan ditempatkan di Jakarta.

-Tahun 1985
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad)

-Tahun 1986
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Saat itu Try Sutrisno memulai Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD untuk memudahkan prajurit AD membeli rumah sendiri

-Tahun 1988
Puncak karir militer, ditunjuk menjadi Panglima ABRI menggantikan L.B. Moerdani

-Tahun 1993
Masa jabatan Try Sutrisno sebagai Panglima ABRI berakhir pada Februari

Masuk Istana

rev1
rev1.jpg

Purna menjabat Panglima ABRI, karir Try Sutrisno tak lantas berakhir. Di bulan yang sama saat purna, Februari 1993, Try Sutrisno dicalonkan menjadi Wakil Presiden.

Tak tanggung-tanggung, ia dicalonkan oleh anggota fraksi MPR.

-Tahun 1998
Try Sutrisno menegaskan tidak akan melanjutkan masa jabatannya sebagai wakil presiden, meskipun dukungan sejumlah pihak menguat. [rhm]