Profil Merlyn Sopjan, Transgender yang Disorot Karena Sindir Aurel

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 2 menit

VIVA – Belakangan ini ramai diperbincangkan nama Merlyn Sopjan. Merlyn jadi sorotan lantaran memberikan tanggapannya terkait Aurel dan Anang yang ia nilai keras hati. Unggahan Merlyn Sopjan soal Aurel dan keluarga itu telah beredar di berbagai akun gosip di Instagram.

Merlyn menjadi sorotan publik karena mengkritik apa yang dibicarakan Aurel Hermansyah saat acara pengajian jelang pernikahannya digelar. Dengan gamblang dirinya menyebut Aurel dan Ayahnya, Anang Hermansyah adalah duo keras hati dan tidak bisa bersyukur memaknai hidup. Atas postingannya tersebut, banyak pula waragnet yang geram atas pernyataan Meryln yang sudah banyak beredar di berbagai akun gosip.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Merlyn Sopjan ini? Simak artikel selengkapnya.

Merlyn Sopjan lahir di Kediri, Jawa Timur, pada tanggal 16 Februari 1973. Diketahui lewat profilnya, Merlyn Sopjan adalah seorang aktivis kesetaraan hak-hak kelompok waria dan pemenang Ratu Kecantikan Putri Waria Indonesia 2006.

Merlyn telah menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Nasional Malang. Kemudian Merlyn dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa (DHC) dari Northern California Global University Amerika sebagai aktivis sosial HIV/AIDS. Selengkapnya baca di halaman berikutnya.

Bahkan Merlyn pernah menjadi Ketua Ikatan Waria Malang untuk periode 2006-2011 dan menjadi kandidat Saparinah Sadli Award 2012. Beberapa karya Merlyn Sopjan berupa buku di antaranya adalah Jangan Lihat Kelaminku tahun 2005, Perempuan Tanpa V 2006 dan Wo(W)man: Tuhan Tidak Membuat Rencana yang Tak Sempurna (2016).

Film dokumenter berjudul "Perempuan tanpa Vagina" yang diunggah di Youtube Channel Cameo Project pada 4 Oktober 2019 itu mengangkat kisah Merlyn Sopjan sebagai seorang transpuan kelahiran Kediri.

Dulu, Merlyn dilahirkan sebagai Ario Pamungkas. Baginya, perempuan bukan perkara fisik saja, tapi jiwa. Merlyn merasa berjiwa seorang perempuan sejak dirinya berusia empat tahun.

“Dilahirkan sebagai Ario Pamungkas adalah bagian keinginan dari kedua orangtua saya yang pengen memiliki anak laki laki bungsu dan tidak pernah dididik menjadi seorang perempuan. Tetapi, dari umur 4 tahun saya secara alamiah sudah mengindentifikasi diri saya sebagai seorang perempuan,” ucap Merlyn dalam Youtube Channel Cameo Project 04 Oktober 2019 lalu.

Merlyn bukan sosok yang asing di Kota Malang, di mana dirinya mengenyam pendidikan tinggi di Kota Malang. Selain itu, dirinya juga pernah menjadi Ketua Ikatan Waria Malang (Imawa). Merlyn juga terpilih menjadi Putri Waria 1995 pada saat dirinya berusia 22 tahun. Putra waria juga kembali disabetnya pada 1996 dan 2006.

Saat itu, Merlyn berharap pencapaiannya membanggakan orang tuanya. Namun ternyata tidak, karena ayahnya menganggap kontes kecantikan hanya menampilkan fisik semata.
Lantas Merlyn berusaha untuk mengembangkan diri, minat, dan pengetahuan. Selanjutnya, pada tahun 2002 Merlyn memimpin Iwama untuk mengembangkan proyek percontohan penanggulangan HIV/AIDS di kalangan waria.

Sejak saat itu, Merlyn banyak disorot banyak orang. Kumpulan kliping koran disampaikan kepada orang tuanya, hingga akhirnya orang tua Merlyn merasa bangga atas pencapaiannya.

Laporan: Aufa Prasya Namyra