Profil Mohamed Al Khaja, Dubes Pertama Uni Emirat Arab di Israel

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Dubai - Mohamed Al Khaja resmi bertugas sebagai Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel. Ia merupakan dubes pertama UEA di Israel usai perdamaian lewat Perjanjian Abraham.

Melalui akun Twitter resminya, Al Khaja berkata ingin memperkuat relasi kedua negara melalui perdamaian. Tak lupa, ia memberi salam dengan bahasa Arab dan Ibrani.

"Saya ingin memperkuat hubungan antara rakyat Emirat dan Israel dengan menebar perdamaian, pemahaman, dan kesejahteraan antara rakyat kita dan seantero kawasan. Mahraba, B'ruchim Haba'im, Selamat Datang!" ujarnya seperti dikutip Kamis (18/2/2021).

Berdasarkan informasi di media UEA, The National, Mohamed Al Khaja adalah mantan kepala staf Menteri Luar Negeri dan Kooperasi Internasional pada 2010.

Selama aktif di kementerian, ia pernah aktif di dewan urusan politik, komite diplomatik, serta komite anggaran. Usianya saat ini relatif muda, yakni 40 tahun.

Al Khaja lulus dari Northeastern University di Boston dengan gelar Ilmu Politik. Setelahnya, ia memperoleh gelar MBA di bidang Manajemen Energi dari Vienna University of Economics and Business.

Al Khaja resmi disumpah pada Senin (15/1) kemarin oleh Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Perdana menteri berharap Al Khaja bisa sukses menjaga budaya perdamaian hingga memperkuat kerja sama dengan Israel.

Israel Buka Kedutaan Pertama di Uni Emirat Arab

Bendera Israel berkibar di dekat Gerbang Jaffa di Kota Tua Yerusalem (20/3). Gerbang Jaffa adalah sebuah portal yang dibuat dari batu yang berada dalam deret tembok bersejarah Kota Lama Yerusalem. (AFP Photo/Thomas Coex)
Bendera Israel berkibar di dekat Gerbang Jaffa di Kota Tua Yerusalem (20/3). Gerbang Jaffa adalah sebuah portal yang dibuat dari batu yang berada dalam deret tembok bersejarah Kota Lama Yerusalem. (AFP Photo/Thomas Coex)

Sekitar empat bulan setelah penandatanganan sebuah perjanjian untuk menormalisasi hubungan dengan kerajaan di Teluk Arab, Israel mengambil langkah baru. Negeri Bintang David itu mengumumkan pembukaan kedutaan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu 24 Januari 2021,

"Kedutaan Israel di Abu Dhabi resmi dibuka hari ini dengan kedatangan perwakilan misi, Eitan Na'eh," kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataan seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin 25 Januari 2021.

Turut dijelaskan bahwa,delegasi Israel akan berusaha mempererat hubungan antara kedua negara itu.

Kedutaan Israel, yang menempati kantor sementara, akan memajukan hubungan antara kedua negara "dalam segala bidang," kata pihak berwenang Israel.

Kepala diplomasi Israel Gabi Ashkenazi dalam pernyataannya mengatakan bahwa "Pembukaan misi ini akan memungkinkan (...) penyelesaian dan percepatan pengembangan dari semua hubungan yang potensial".

Perjanjian Abraham

Presiden AS Donald Trump dan perwakilan Israel, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menandatangani Perjanjian Abraham di Gedung Putih. Dok: Twitter Ivanka Trump @ivankatrump
Presiden AS Donald Trump dan perwakilan Israel, Bahrain, dan Uni Emirat Arab menandatangani Perjanjian Abraham di Gedung Putih. Dok: Twitter Ivanka Trump @ivankatrump

Israel dalam beberapa bulan belakangan telah mengumumkan akan menormalisasi hubungan dengan empat negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko di bawah dorongan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Pada Minggu 24 Januari, UEA menyetujui pembangunan kedutaan pertamanya di Tel Aviv, kota yang menjadi basis banyak mayoritas perwakilan diplomatik, karena mereka tidak mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebelum Emirat, Mesir dan Yordania telah terlebih dulu memulai hubungan diplomatik dengan negara Yahudi itu, ketika negara-negara itu menandatangani perjanjian perdamaian yang mengakhiri perang dengan Israel yang bertetangga.

Donald Trump lantas mendapat nominasi Nobel Perdamaian 2021 karena mendamaikan Israel dengan negara-negara Arab.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: