Profil Muamar Qadafi, Pelatih Kevin Cordon yang Berasal dari Solo

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pebulu tangkis asal Guatemala, tengah menjadi sorotan publik Indonesia karena merupakan lawan dari wakil Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, di Olimpiade Tokyo 2020. Apalagi, pelatih Kevin Cordon ternyata juga berasal dari Indonesia.

Adalah Muamar Qadafi, seorang pelatih asal Solo, Jawa Tengah yang berhasil membawa atlet dari sebuah negara kecil di Amerika Tengah bernama Kevin Cordon masuk ke babak semifinal kejuaraan Olimpiade.

Meski sudah empat kali berpartisipasi dalam Olimpiade, Cordon merupakan pebulu tangkis asal Guatemala pertama yang berhasil menembus babak semifinal Olimpiade.

Di balik pencapaiannya itu, rupanya ada sosok Muamar Qadafi yang turut mencuri perhatian masyarakat Tanah Air karena berasal dari Indonesia. Terutama dengan adanya cuitan dari Kepala Bidang Hubungan Internasional PBSI, Bambang Roedyanto.

“Kevin Cordon menjadi pemain pertama dari PanAm Continental ke Quarterfinal. Dia dilatih pelatih dari Indonesia. Kalo tidak salah namanya Khadafi,” tulis Rudy, 29 Juli 2021.

Profil Muamar Qadafi, Pelatih Kevin Cordon

Sebelum menjadi pelatih, Qadafi juga merupakan seorang pemain bulu tangkis yang bergabung di klub PB Djarum. Pada tahun 2000, ia kemudian menjadi asisten teknis di Djarum untuk tim lokal Indonesia.

Menurut laman Today in 24, Qadafi memulai lompatan besar pada perjalanan kariernya sebagai pelatih di luar negeri pada tahun 2005. Peru menjadi negara pertama yang tim bulu tangkisnya ia latih.

Antara empat sampai lima tahun setelahnya, yakni tahun 2009-2010, ia mendapatkan tawaran untuk melatih tim bulu tangkis Guatemala, di mana ia akhirnya bertemu dengan Cordon. Sebelumnya, ia juga sempat menjadi pelatih di Ekuador untuk tim lokal di sana.

Pada tahun 2017, Qadafi bekerja sama dengan Jose Maria Solis menjadi pelatih atlet senior, termasuk untuk Kevin Cordon dan Nikte Sotomayor, seorang pemain tunggal putri Guatemala.

Di Olimpiade Tokyo 2020, pelatih Kevin Cordon itu pun sukses membawa salah satu anak didiknya ke babak semifinal di kejuaraan sekelas Olimpade dan mengukir sejarah untuk Guatemala.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel