Profil National Stadium, Arena Final Piala AFF 2020: Waktunya Akhiri Kutukan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia melangkah ke final Piala AFF 2020. Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan akan melawan Thailand di partai puncak.

Skuat Garuda lolos ke final Piala AFF setelah menyingkirkan tuan rumah Singapura dengan agregat skor 5-3. Sedangkan Thailand mengalahkan juara bertahan Vietnam dengan agregat skor 2-0.

Pertandingan final Piala AFF 2020 akan berlangsung dua leg. Untuk leg pertama dimaikan pada 29 Desember 2021, sementara yang kedua 1 Januari 2022.

Tidak seperti Piala AFF edisi sebelum-sebelumnya, kali ini kedua pertandingan final berlangsung di satu tempat, yaitu National Stadium. Ini dikarenakan turnamen dua tahunan itu dilangsungkan di Singapura dengan sistem bubble..

Bagi Timnas Indonesia, ini merupakan final edisi keenam sepanjang sejarah Piala AFF. Sayangnya, di lima edisi sebelumnya, skuat Garuda gagal menjadi juara. Tiga di antaranya kalah dari Thailand.

Karena itu, final edisi ini adalah kesempatan bagi skuat racikan Shin Tae-yong untuk mengakhiri paceklik gelar juara.

Mengenal National Stadium

Pemandangan umum National Stadium di Singapura pada 21 Juni 2014. (AFP FOTO/ROSLAN RAHMAN)
Pemandangan umum National Stadium di Singapura pada 21 Juni 2014. (AFP FOTO/ROSLAN RAHMAN)

National Stadion atau juga dikenal sebagai Stadion Nasional Baru yang terletak di Kallang, Singapura. Stadion dengan kapasitas 55.000 kursi ini dibuka pada 30 Juni 2014, dibangun di lokasi bekas Stadion Nasional yang ditutup pada 2007 dan dihancurkan pada 2010.

Stadion ini tidak hanya menjadi kandang timnas sepak bola Singapura. Tetapi, juga bagi timnas kriket negara berjuluk The Lion City itu.

Selain itu, stadion ini adalah pusat dari proyek Singapore Sports Hub - sebuah distrik olahraga serta rekreasi yang menggabungkan Singapore Indoor Stadium dan tempat acara lainnya. Stadion ini juga pernah menjadi venue utama Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015 dan tuan rumah Piala AFF 2014, 2018, serta 2020.

National Stadium memiliki kubah baja seluas 75.000 meter persegi dan tinggi 83 meter. Bagian atap dilengkapi teknologi canggih sehingga bisa dibuka dan ditutup secara otomatis.

Karena Singapura beriklim tropis, atap stadion dirancang untuk memantulkan sinar matahari guna melindungi interiornya. Sementara aliran udara alami digunakan untuk memberi kesejukan di area penonton dengan penggunaan energi yang lebih sedikit.

Stadion ini memiliki konfigurasi untuk berbagai cabang olahraga, seperti sepak bola, rugby, atletik, dan kriket. Bila ingin melakukan konfigurasi untuk pertandingan sepak bola dan rugby, tingkat tempat duduk terendah dapat dipindahkan ke depan (meliputi lintasan lari).

Dibutuhkan sekitar 48 jam untuk mengkonfigurasi ulang pengaturan tempat duduk agar sesuai dengan acara.

Kualitas lapangan sempat bermasalah

Pemandangan umum dari dalam National Stadium, Singapura, pada 21 Mei 2014. National Stadium berkapasitas 55.000 tempat duduk dan bernilai 1,3 miliar dolar Singapura. (AFP FOTO/ROSLAN RAHMAN)
Pemandangan umum dari dalam National Stadium, Singapura, pada 21 Mei 2014. National Stadium berkapasitas 55.000 tempat duduk dan bernilai 1,3 miliar dolar Singapura. (AFP FOTO/ROSLAN RAHMAN)

National Stadium semula menggunakan Desso GrassMaster yang terdiri dari rumput alam dan dijalin dengan serat sintetis sebagai permukaan bermain. Pada Mei 2015, permukaan GrassMaster diganti Eclipse Stabilized Turf, permukaan hibrida serupa yang diproduksi oleh perusahaan Australia HG Turf. Ini setelah mengalami masalah dengan kualitas lapangan.

Stadion ini berlokasi di atas stasiun MRT Stadion bawah tanah. Kereta akan tiba setiap lima hingga enam menit selama jam tidak sibuk, dan dua hingga tiga menit selama jam sibuk dan hari acara.

Karena itu, bila ingin berkunjung ke stadion tidak akan susah menemukan transportasi. Stasiun MRT lain di dekatnya adalah Stasiun MRT Kallang dan Stasiun MRT Mountbatten.

Pertandingan sepak bola pertama yang diadakan di stadion ini adalah pertandingan persahabatan Singapore Selection XI melawan Juventus pada Agustus 2014.

Sebelumnya, Timnas Indonesia sudah pernah menajani laga final Piala AFF di stadion ini. Pada tahun 2004 lalu, Skuat Garuda menantang tuan rumah Singapura setelah di leg pertama di SUGBK, Senayan kalah 1-3. Sayang di stadion nasional, Indonesia kembali menyerah 1-2. Hasil ini membuat Indonesia kembali gagal merebut gelar juara setelah kalah agregat 2-5.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel