Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Inggris Meninggal di Usia 99 Tahun

Tasya Paramitha
·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita duka datang dari keluarga Kerajaan Inggris. Pangeran Philip meninggal dunia di usia 99 tahun, Jumat, 9 April 2021. Selama ini Duke of Edinburgh adalah salah satu orang terpenting kerajaan. Pernikahannya yang langgeng dengan Ratu Inggris memberikan stabilitas di House of Windsor selama lebih dari tujuh dekade.

Pangeran Philip juga menjadi pasangan pemimpin Kerajaan Inggris terlama dalam sejarah. Pernikahannya dengan Ratu Elizabeth II telah berlangsung selama 73 tahun.

Tanpa buku panduan untuk diikuti, Pangeran Philip mengukir perannya sebagai pasangan ratu dengan caranya sendiri. Gaya bicaranya yang tajam dan lugas begitu melegenda. Ia juga dikenal punya rasa tanggung jawab yang teguh dan pengabdian yang tulus kepada istri yang dinikahinya pada tahun 1947 itu.

Berikut ini adalah profil Pangeran Philip, dihimpun dari berbagai sumber.

Pangeran Philip dari Yunani lahir di pulau Corfu, pada 10 Juni 1921. Ia adalah anak bungsu dan satu-satunya putra Pangeran Andrew dari Yunani, yang merupakan anak ketujuh dari Raja George I. Ibunya adalah Putri Alice dari Battenberg.

Masa kecil

Philip kecil adalah seorang pangeran tanpa kerajaan untuk disebut miliknya sendiri. Dia dan keempat saudara perempuannya mengalami masa kanak-kanak yang penuh gejolak, dilanda trauma dan drama yang berasal dari pengasingan keluarga mereka dari Yunani pada tahun 1922.

Saudaranya, Alice, terlahir tuli dan menderita kesehatan mental yang buruk. Dia dirawat di klinik psikiatri ketika Philip baru berusia delapan tahun.

Masalah yang menimpa Alice, ditambah dengan seorang ayah yang tidak dapat diandalkan dan hampir tak pernah hadir untuk membesarkannya membuat Philip merasa seperti seorang yatim piatu.

Masa kecil yang berat ini membuat Philip punya karakter yang kuat, ambisius dan tangguh.

Ketampanannya dikombinasikan dengan statusnya sebagai perwira angkatan laut muda yang gagah, membuat banyak wanita terpesona. Namun, Putri Elizabeth muda Inggris lah, yang memberinya cinta dan suasana keluarga bahagia yang sangat dia butuhkan.

Pada tahun 1939, ketika George VI mengunjungi Dartmouth Naval College bersama keluarganya, kerajaan Yunani diminta untuk mengajak Elizabeth yang berusia 13 tahun berkeliling.

Rekor perang

Philip dan Elizabeth muda tetap berhubungan setelah pertemuan pertama. Mereka ertukar serangkaian surat yang menyentuh hati dan romantis selama Perang Dunia II saat Philip bertugas dengan angkatan laut Inggris di Samudera Hindia dan Mediterania.

Dia menjadi salah satu letnan termuda pertama di Angkatan Laut Kerajaan pada usia 21 tahun.

Selama cuti dari angkatan laut, dia sering melakukan perjalanan ke London untuk mengunjungi Putri Elizabeth. Pengasuh Putri, Marion Crawford ingat bagaimana dia datang melalui halaman depan Istana Buckingham dengan mobil sport MG dan selalu terburu-buru untuk melihat Lilibet, panggilan sayangnya untuk Elizabeth.

Ketika Elizabeth berusia 19 tahun, mereka secara resmi mulai berpacaran.

Pada April 1947, Raja George VI memberikan restunya untuk pernikahan kerajaan. Setelah keduanya menikah Philip diberi gelar Yang Mulia Duke of Edinburgh.

Dia telah meninggalkan kewarganegaraan Yunaninya dan mengadopsi nama Mountbatten. Nama ini diambil dari kakek nenek dari pihak ibu, yang meskipun mereka merupakan anggota keluarga kerajaan Jerman, telah mengadopsi kewarganegaraan Inggris dan menerjemahkan nama keluarga mereka, yakni 'Battenberg', secara harfiah ke dalam bahasa Inggris.

Pangeran Philip unggul dalam peran resminya sebagai pendamping pemimpin kerajaan, justru karena dia tahu bahwa di balik pintu tertutup, dia setara dengan Ratu.

Salah satu alasan cinta mereka bertahan dalam ujian waktu adalah kemampuan mereka untuk tertawa bersama. Pangeran Philip selalu mampu memancing kegembiraan yang tulus dan tanpa malu.

Pelayanan publik

Selain keluarganya, kegemaran Pangeran Philip menariknya ke tiga arah utama. Lingkungan, kegiatan berkuda dan kesejahteraan kaum muda.

Mungkin warisan terbesarnya adalah Duke of Edinburgh Award Scheme yang dia luncurkan pada tahun 1956, untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda demi penemuan pribadi dan profesional.

Skema ini kemudian menjadi salah satu program pemuda paling sukses di dunia, dengan lebih dari enam juta pemuda dan pemudi mendapatkan penghargaan tersebut.

Dia juga memberikan dukungannya kepada Dana Margasatwa Dunia untuk Alam dan dalam perannya sebagai presiden dari 1961 hingga 1982, berkeliling dunia untuk mempromosikan tujuannya.